22 Dewan Tersangka Boyongan ke KPK


MALANG - 22 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka baru kasus
dugaan suap pembahasan APBD-P 2015 diperiksa di Jakarta, Senin (3/9) besok. Hari ini mereka secara rombongan terbang ke Jakarta setelah menuntaskan pemeriksaan, Sabtu (1/9) di Polres Malang Kota (Makota).
Pemberitahuan untuk menjalani pemeriksaan di kantor KPK di Jakarta sudah disampaikan penyidik. Bahkan sebelumnya lembaga antirasuah itu sudah mengirim surat panggilan resmi.
Tadi malam, sumber resmi Malang Post membeber surat perintah penyidikan (sprindik) untuk 22 tersangka baru dari dewan (lihat grafis, red). Mereka dibagi dalam lima sprindik, masing-masing terdapat lima sampai enam tersangka. “Hanya Ribut Harianto (wakil ketua Komisi B) yang satu sprindik sendirian,” kata sumber terpercaya Malang Post yang mengetahui proses penyidikan anggota dewan itu.
Sejumlah anggota legislatif yang menjalani pemeriksaan membenarkan mereka sudah ditunjukkan berkas perkara sebagai tersangka. Berita acara pemeriksaan dan berbagai berkas tersangka sudah ditandatangani.   
Salah seorang penyidik KPK yang memeriksa anggota dewan juga memberi sinyal tentang 22 tersangka. Bahkan tinggal diumumkan pada pekan depan. Jika  tak ada perubahan jadwal, pengumuman tersangka dilakukan usai pemeriksaan lanjutan besok di Jakarta. “Besok, Senin,” ucap salah seorang penyidik KPK di sekitar lokasi pemberiksaan. Hanya saja, personel KPK yang tak menyebutkan namanya itu menolak memberi penjelasan lebih detail. Ia kemudian buru-buru naik ke lantai dua ruang Bhayangkari Polres Makota.
Terkait pengumuman tersangka juga sempat dilontarkan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada Malang Post beberapa hari lalu. “Minggu depan akan diumumkan,” ucap Saut.
Sementara itu 20 orang anggota dewan dari total 22 yang diperiksa (dua diperiksa Jumat) membenarkan mereka wajib hadir di markas KPK di Jakarta, Senin besok.
Salah satu Plt pimpinan dewan, Soni Yudiarto mengaku langsung bersiap ke Jakarta. Namun  ia mengatakan belum mengetahui detail pemanggilan tersebut. “Katanya surat pemanggilan sudah ada di rumah, tapi saya belum lihat. Tadi diberi tahu begitu,” ungkap politisi Partai Demokrat ini dengan ekspresi tegang usai diperiksa kurang lebih tiga jam.
Choeroel Anwar yang juga Plt pimpinan dewan dari Partai Golkar membenarkannya. Ia memastikan akan memenuhi panggilan KPK sebagai warga negara yang taat hukum.
“Kalau bawa baju, pastilah bawa baju. Tapi tidak ada persiapan khusus untuk ke Jakarta,” kata wakil rakyat dari Sukun ini.
Dua anggota Komisi B,  Een Ambarsari dan Asia Iriani usai diperiksa, mengakui akan menjalani proses hukum yang berlangsung. Begitu pula dengan Moh Fadli, Dr Teguh Mulyono dan Ribut Hariyanto.
Moh Fadli mengatakan, ia sudah menandatangani berkas perkara. Tapi dia mengaku tak mengetahui persis isi berkas tersebut. “Lupa, karena banyak,” ucapnya.
Kepada Malang Post, Fadli mengatakan ia tak bisa berbuat banyak dalam kasus yang sedang dialami itu. Sebab politisi Nasdem itu mengaku hanya seorang diri (Nasdem hanya memiliki satu wakil di DPRD Kota Malang, red). “Saya sudah menjalankan tugas dengan baik dan maksimal. Kalau kasus (suap), saya tidak tahu menahu. Saya tidak pernah tahu ada pembicaraan itu. Kan saya tidak pernah dilibatkan,” katanya. (ica/van/han)

Berita Lainnya :