Minim Saksi, Sulit Lacak Truk

 
MALANG – Kasus tabrak lari yang menewaskan dua orang di Desa Banjarejo, Pagelaran pada Jumat (25/8) malam lalu terus diselidiki Unit Laka Lantas Polres Malang. Polisi kesulitan melacak identitas kendaraan karena minim saksi di sekitar lokasi kejadian. Apalagi saat peristiwa kecelakaan terjadi, kondisi sekitar TKP juga gelap.
“Kami masih mencari tahu identitas kendaraan tersebut. Beberapa orang saksi yang kami mintai keterangan, mengaku tidak ada yang tahu,” ujar Kapos Laka Lantas Bululawang, Iptu Ganeth. 
Ia mengharapkan, pelaku tabrak lari untuk segera menyerahkan diri. Karena bagaimanapun juga kasus kecelakaan ini tetap akan terus diselidiki. “Kalau memang ada yang merasa menabrak, untuk segera menyerahkan diri saja. Karena belum tentu kendaraan yang kabur tersebut bersalah,” jelas Ganeth.
Sesaat setelah kejadian kecelakaan maut tersebut, sebetulnya ada kendaraan truk yang memuat sound system sempat diamankan di Mapolsek Pagelaran. Truk itu dihentikan karena dicurigai sebagai pelaku tabrak lari. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata tidak terbukti.
“Dari keterangan saksi awal, kendaraan truk yang menabrak mengangkut sound system. Namun setelah kami teliti, tidak ada bekas darah atau kerusakan di bagian depan dan roda truk,” ungkap salah satu anggota.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Banjarejo, Pagelaran pada Jumat malam sekitar pukul 20.30. Korbannya dua orang yang berboncengan sepeda motor Honda Supra N 3297 DX. Mereka menjadi korban tabrak lari saat perjalanan dari selatan ke utara untuk pulang.
Kedua korban yang meninggal tersebut adalah Lutfi Andri, 32, warga Dusun Baran, Desa Urek-urek, Gondanglegi. Dan Muhammad Rizki Ardiansyah, 18, wargaDusun Wates, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi.(agp/lim)

Berita Lainnya :