Polisi Masih Berhati-hati

 
MALANG – Polisi tampaknya masih berhati-hati dalam mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi pada pertengahan bulan ini. Kendati kedua kasus tersebut masing-masing sudah mengerucut pada satu nama orang yang dicurigai, tetapi polisi belum berani untuk menangkap. Masih menunggu dua alat bukti yang kuat untuk bisa membekuk pelakunya.
“Kami tidak mau gegabah. Ini (kasus pembunuhan, red) menjadi atensi pimpinan, sehingga jangan sampai salah orang. Harus berdasarkan praduga tak bersalah,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu.
Perwira dengan pangkat tiga balok ini, tidak mengelak ketika ditanya sudah ada nama ‘calon’ pelaku yang telah dikantongi. Namun untuk menangkapnya, masih butuh satu alat bukti lagi untuk bisa menjadikannya sebagai tersangka.
Untuk kasus pembunuhan Wasiah, warga Dusun Asem Corong, Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Pasuruan, yang jenazahnya dibuang di bawah jembatan JLS Desa Tumpakrejo, Gedangan dan ditemukan Kamis (17/8) lalu, tinggal menunggu hasil tes DNA. Polisi mengirim bukti percikan darah yang ditemukan di rumah terduga pelaku ke Laboratorium Forensik Mabes Polri di Polda Jatim, untuk dicocokkan dengan darah milik keluarga korban.
“Jika hasil tes DNA tersebut memang benar bahwa percikan darah itu adalah milik korban, maka sudah pasti pelakunya adalah teman dekat korban yang kami curigai dari awal. Hasil tes DNA tersebut sekaligus menjadikan alat bukti yang kuat,” jelas Azi.
Kapan hasilnya turun? Azi masih belum mengetahui. Namun bercak darah tersebut sudah dikirim dan tinggal menunggu hasilnya saja. “Kalau dalam minggu ini sudah turun, maka secepatnya pelaku langsung kami amankan,” janjinya.
Sedangkan untuk kasus pembunuhan Sarip, warga Kecamatan Sumberpucung, yang jenazahnya ditemukan di Dusun Penjalinan Desa Gondanglegi Wetan, Gondanglegi pada Rabu (23/8), diakuinya juga tinggal menunggu satu alat bukti saja. Yakni keterangan saksi kunci yang merupakan teman dekat dari orang yang dicurigai sebagai pelakunya.
Polisi harus mencari cara, untuk membuka keterangan dari saksi kunci tersebut. Karena ada kemungkinan, kasus pembunuhan terhadap Sarip dilakukan berdua dengan dibantu oleh saksi kunci tersebut.
“Sebetulnya saksi kunci sudah kami mintai keterangan. Tetapi hanya sebatas keterangan biasa saja. Kami belum memintai keterangan secara jauh, karena takut bocor dan pelaku kabur jauh. Sehingga harus bersabar dan dengan cara halus untuk mendekatinya,” bebernya.(agp/lim)

Berita Lainnya :

loading...