Sopir Truk Maut Dua Kali Dipenjara


MALANG – Iwan Prasetyo, pengemudi truk maut ternyata tidak sekali ini berurusan dengan polisi. Warga Jalan Gadang VI Malang itu sepertinya bakal tiga kali ini menjalani hukuman di balik terali besi. Dua kali di penjara sebelumnya karena kasus kriminalitas.
Pada 2007, Iwan mendekam di tahanan Mapolres Malang Kota karena kasus asusila. Lalu pada 2015 berurusan dengan Polsek Pagak, karena terlibat kasus pencurian kertas di PT Ekamas Fortuna. Ketiga adalah, kasus kecelakaan maut di Jalan Kertanegara, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, pada Jumat (25/8) sore lalu. “Sebetulnya saya sudah kapok dipenjara. Tetapi karena musibah kecelakaan itu, saya harus ditahan lagi,” ucap Iwan Prasetyo dengan nada lirih.
Pria berusia 29 tahun itu mulai mendekam di tahanan Alcatraz Polres Malang sejak Sabtu (26/8) malam, setelah statusnya dari terperiksa ditingkatkan menjadi tersangka. Di ruang tahanan, Iwan berada satu blok dengan tahanan kasus narkotika dan asusila. “Saya satu kamar (blok) dengan banyak orang,” katanya.
Kemarin pagi, kasus kecelakaan maut tersebut dirilis oleh Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah kepada media. Iwan Prasetyo, pengemudi truk maut yang menjadi tersangka dihadirkan. Meski baru semalam, namun sudah ada perbedaan penampilan.
Jika sebelumnya Iwan masih memiliki rambut, namun kemarin kepalanya sudah plontos. Kondisinya juga jauh lebih tenang dari sebelumnya. Hanya, dia sempat kaget ketika dikeluarkan dari tahanan untuk dirilis, sudah ada banyak wartawan yang menantikan dan berebut mengambil gambarnya.
Sama dengan pernyataan sebelumya kepada Malang Post saat ditemui di ruang Sidik Unit Laka Lantas Polres Malang, sebelum ia dijadikan tersangka. Iwan mengaku, sebelum terjadi kecelakaan maut, kondisi truk yang dikemudikan masih normal. Tidak ada kendala dengan truk maut tersebut, kondisi rem dan gas masih bagus.
Tetapi saat mau kembali ke garasi truk, ketika melintas di TKP mulai terjadi kendala. “Dari keterangan tersangka dan saksi-saksi, bahwa penyebab kecelakaan karena gas tiba-tiba mbandang (tak bisa dikurangi), kemudian rem tidak berfungsi. Tetapi keterangan itu masih kami dalami. Perlu pendapat saksi ahli, untuk mengecek kelayakan fisik kendaraan,” jelas Kompol Decky Hermansyah.
Decky mengatakan, pihaknya juga akan melakukan tes urin serta darah dari Iwan Prasetyo. Ini untuk mengetahui apakah tersangka Iwan mengonsumi narkotika atau tidak. Jika hasil tes urin nanti terbukti mengonsumsi narkoba, maka lain lagi penyebab dari kecelakaan maut yang merenggut empat nyawa dan belasan orang luka-luka.
Mantan Kabag Ops Polres Malang ini menambahkan, penetapan Iwan Prasetyo sebagai tersangka karena sudah ada dua alat bukti yang cukup. Pertama adalah bukti surat hasil olah TKP dari Tim Polda Jawa Timur serta keterangan saksi dan tersangka. “Ia kami jerat dengan pasal 310 ayat 4, 3, 2 dan 1 Undang-undang Lalu Lintas nomor 22 tahun 2009, dengan ancaman hukuman 6 tahun,” tegasnya.
Apakah ada tersangka lain selain Iwan, karena di dalam truk maut itu ada empat orang? Decky menyatakan pihaknya masih terus mendalami, siapa saja yang harus bertanggungjawab atas kecelakaan maut tersebut. Hasil perkembangan penyidikan perkara akan segera dilakukan gelar untuk menentukan apakah ada pelaku lain. “Jika ada, tentunya harus didasari dengan bukti-bukti serta sesuai dengan UU tentang lalu lintas,” paparnya.
Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Kertanegara, Desa Girimoyo, Karangploso, pada Jumat (25/8) sore lalu mengakibatkan banyak korban. Empat meninggal dunia dan sebelah korban lain mengalami luka-luka. Kecelakaan disebabkan kendaraan truk tronton yang dikemudikan Iwan, mengalami rem blong.
“Sampai sekarang (kemarin, red) korban meninggal dunia tetap empat. Satu korban mengalami luka berat dan masih dalam perawatan. Sedangkan 10 korban lain mengalami luka-luka,” sambung perwira dengan pangkt satu melati ini.(agp/han)

Berita Lainnya :