Ikuti Karnaval, Dikeroyok Enam Pemuda

 
MALANG – Pesta karnaval yang digelar di Desa Curungrejo, Kepanjen, Senin (28/8), kemarin terjadi keributan. Di ajang pawai memperingati HUT RI itu, terjadi aksi pengeroyokan yang harus berbuntut laporan polisi. 
Empat pemuda terpaksa harus menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Reskrim Polres Malang. Mereka adalah Dwi Darma, 22, Sodikin, 32 (kakak keponakan Dwi Darma, red), Andrian Kustanto, 22 serta Bambang Cahyono, 19.  
Mereka semuanya warga Dusun Curung Barat, Desa Curungrejo, Kepanjen. Korbannya adalah Bayu Giri Tanoyo, 17, warga Jalan Rojo Agung Boro Utara, Desa Curungrejo, Kepanjen.
“Sebetulnya ada enam pelakunya, namun baru empat yang kami amankan. Mereka saat ini masih diperiksa dan kasusnya akan kami kembangkan,” ujar Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.
Pengeroyokan terjadi Sabtu (26/8) sore lalu sekitar pukul 15.00, di Jalan Raya Dusun Curung Barat, Desa Curungrejo, Kepanjen. Saat itu korban sedang mengikuti giat karnaval di desanya untuk memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Ia berada di atas truk bersama dengan teman-temannya.
Ketika melintas di lokasi kejadian, korban menyapa Dwi Darma. Entah sebelumnya ada permasalahan atau tidak, namun sapaan korban disalah artikan oleh Dwi Darma. Karena Darma langsung tersinggung dan melempar korban dengan sandal.
Tidak puas, Darma mendatangi korban lalu menarik baju korban untuk turun dari truk. Begitu berada di bawah, Darma lalu memukul korban. Teman-temannya yang melihat, bukannya melerai sebaliknya malah ikut memukuli.
Pengeroyokan baru berakhir, setelah warga melerai. Pelaku langsung pergi, sedangkan korban yang tak sadarkan diri lantas dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Keluarganya yang tidak terima memilih melaporkan peristiwa pengeroyokan tersebut ke Polres Malang.
“Kami masih dalami perkaranya. Sebab dua dari empat pelaku yang kami amankan, tidak mengaku ikut memukul. Namun keterangan korban dan saksi-saksi, semua pelaku itu ikut memukuli,” jelas Sutiyo.
Sementara itu, di hadapan penyidik Darma mengaku memukul korban karena tersinggung dengan ucapannya. Sedangkan Andrian dan Bambang, mengatakan tidak ikut memukul. “Hanya salah paham saja,” kata Dwi Darma.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...