Eks Lapas Terima SIM


MALANG – Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Malang siap memberi pelatihan las besi dan montir motor kepada eks warga binaan LP Lowokwaru dan LP Wanita Sukun. Kabapas Kelas 1 Malang, Sudirman Zainuddin menyebut dua pelatihan ini jadi program utama di sisa tahun 2017 ini. Sebab, kemarin sekitar 40 klien institusi di Jalan Barito tersebut, sudah purna pelatihan mengemudi dan menerima SIM dari Polres Makota.
“Jadi selain mendapat pelatihan mengemudi, mereka langsung menjalani tes di Satpas Polres Makota. Mereka ikut antri dan menjalani tes serta lolos SIM. Tiga dari 40 peserta pelatihan mengemudi adalah klien wanita yang ingin dapat pelatihan kemudi,” kata Sudirman kepada Malang Post, dikonfirmasi siang kemarin.
Para peserta menjalani latihan kemudi secara bergantian di Jalan Simpang Balapan. Bapas mengatur waktu untuk antri di Satpas Polres Makota dan menjalani tes SIM A. Dengan demikian, Sudirman menyebut para kliennya sukses menerima SIM dan sudah penuhi persyaratan kendarai mobil di jalanan.
“Kami mencoba memudahkan klien kami. Karena bukan hanya ini saja pelatihan atau bimbingan kemandirian yang akan diberikan,” jelas Sudirman. Para mantan warga binaan Lapas yang sudah menjalani kewajibannya di mata hukum, langsung dihandel oleh Bapas. Program bina kemandirian yang didapat cukup bervariasi.
Bulan depan, Bapas merencanakan bimbingan kemandirian berupa keahlian las besi. Sudirman masih menjajaki bengkel las yang bakal digandeng untuk bekerjasama dalam bimbingan kepada para kliennya. Dia pun mencanangkan program pelatihan montir sepeda motor bagi para kliennya.
“Kami siapkan bimbingan kemandirian bengkel las, kita sedang jajaki kerjasama dengan bengkel las untuk beri pelatihan kepada para klien kami. Bapas siap melengkapi pelatihan di tahun 2017 dengan keahlian montir sepeda motor. Tak hanya teori, mereka langsung dapat praktek,” sambung pria berdarah Makassar tersebut.
Sudirman menginstruksikan personelnya untuk lebih fleksibel dalam mengabsen para klien yang menjalani pembebasan bersyarat atau cuti bersyarat. Sehingga, mereka yang dibatasi waktu dan jarak, bisa datang saat hari longgar seperti hari Minggu. “Dengan begitu, kita semakin mudah menjangkau mereka yang belum tersentuh pelatihan dan bimbingan Bapas,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...