Polres Kota Malang Gelar Tes Urin Dadakan


MALANG – Polres Makota getol memburu bandar narkoba yang berkeliaran di Kota Malang. Namun, sebelum mengejar para pengedar, Kapolres Makota AKBP Hoiruddin Hasibuan ingin memastikan bahwa anggotanya bebas narkotika. Karena itu, hari Minggu lalu, Polres Makota melaksanakan tes urin dadakan.
“Pelaksanaan tes urin digelar di Aula Polres Makota, di hall Rupatama. Kami melakukan pengecekan tempat serta peralatan tes secara langsung untuk memastikan tak ada kecurangan dalam tes urin. Sehingga hasil tes urin bisa benar-benar valid,” kata Hoiruddin, dikonfirmasi kemarin.
Lewat Kabag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni, Hoiruddin menyebut ada lebih dari 100 polisi laki-laki yang menjalani tes urin dadakan. Dia menjamin bahwa tes urin ini tidak dibocorkan untuk menjaga kevalidan tes. Tes urin seperti ini dihelat secara berkala dalam satu tahun.
“Dalam satu tahun dua kali, dengan waktu yang tidak ditentukan dan mendadak,” jelas Marhaeni.
Sekitar 150 personel menjalani pemeriksaan kesehatan lewat urin yang ditaruh dalam wadah. Setelah ditempatkan dalam tempat tersebut, petugas memakai lima parameter khusus demi mengetes kandungan zat dalam urin.
Lima parameter ini adalah tes metamfetamina (MET), amfetamina (AMP), ganja atau mariyuana (THC), kokain (COC) dan obat penenang seperti Xanax atau Valium (BNZ. Menurut Heni, sapaan akrabnya, tes urin ini tak terbatas hanya untuk para personel yang bertugas di mako Polres Makota.
“Bahkan jajaran Polsek juga harus ikut,” kata Heni. Dia menyebut, Kapolres Makota ingin memastikan para penegak hukum tidak terlibat dalam narkoba. Sehingga, mereka tidak kompromi apalagi bekerjasama dengan pengedar untuk sama-sama memakai narkoba. Kapolres Makota tidak akan kompromi dengan pengedar, meskipun itu adalah anggota polisi.
Bahkan, Kapolres Makota siap memberi sanksi maksimal bagi anggota polisi yang terbukti memakai narkoba.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...