magista scarpe da calcio Air Terjun Kedung Malang Telan Korban


Air Terjun Kedung Malang Telan Korban


MALANG – Wisata Air Terjun Kedung Malang, di Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur, kemarin meminta tumbal. Seorang wisatawan tewas setelah tenggelam di dalam kedung tersebut. Korban adalah Yudi Kurniawa Prasetyo, 21, mahasiswa Unair, warga Jalan Gapura, gang Merak, Kabupaten, Sumenep,  Madura.
Usai dievakuasi, jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka menerima kematian korban tersebut sebagai musibah, dengan membuat surat pernyataan.
“Jenazah korban hanya kami mintakan visum luar di Puskesmas Bantur. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi,” ujar Kanitreskrim Polsek Bantur, Ipda Sigit.
Menurut Sigit, lokasi wisata Air Terjun Kedung Malang tersebut, sebetulnya sudah ditutup sejak lebaran lalu. Penutupannya karena tempat wisata itu sangat berbahaya. Selain jalannya terjal dan sangat berbahaya, lokasi itu juga angker.
“Selama ini sudah tidak pernah ada pengunjung yang datang. Jalan menuju tempat wisata itu sebenarnya juga sudah diberi palang bambu,” tuturnya.
Sementara itu, korban datang ke Air Terjun Kedung Malang itu bersama dengan temanya, Alfan Anas, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang  yang juga warga Sumenep, Madura. Keduanya berangkat dari Kota Malang sekitar pukul 07.00, dengan berboncengan sepeda motor.
“Dari keterangan saksi temannya, yang mengajak ke lokasi wisata itu korban,” katanya.
Mereka tiba di tempat wisata sekitar pukul 10.00. Selanjutnya keduanya memarkir motornya di atas bukit. Keterangan saksi, motor dititipkan kepada seseorang yang duduk di pos gerdu. “Namun ketika kami konfirmasi, ternyata orang yang dititipi itu adala orang gila,” ucapnya.
Setelah memarkir motornya, keduanya lalu turun bukit menyusuri jalan setapak sejauh sekitar 100 meter. Begitu tiba di lokasi Air Terjun Kedung Malang, Alfan temannya langsung mandi dan berenang. Sedangkan korban hanya bermain air di pinggir kedung sembari foto-foto, lantaran tidak bisa berenang.
Sekitar sejam kemudian, korban mengajak temannya pulang. Mereka lalu berkemas-kemas barang. Saat mengemas barang itu, saksi Alfan melihat korban berjalan sendiri ke arah tebing sebelah barat. Saat di sebuah batu besar, korban terlihat berhenti. Namun ketika dipanggil berulang kali oleh temannya tidak ada jawaban.
Saksi yang curiga lantas mengecek. Saat itulah, diketahui kalau sandal korban mengapung di kedung. Alfan yang yakin temannya tenggelam, lalu mencoba menyelam. Upayanya memang berhasil mengangkat tubuh korban ke tepi kedung. Namun nyawa korban sudah tidak tertolong.
Alfan yang ketakutan, lantas meminta pertolongan Hamid, 44, warga sekitar yang kebetulan sedang memancing. Karena melihat korban sudah tidak bernyawa, Hamid lantas memberitahu warga sekitar yang kemudian melaporkan ke petugas Polsek Bantur. “Dari hasil olah TKP, musibah yang dialami korban murni karena tenggelam. Tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuhnya,” paparnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top