magista scarpe da calcio inilah Kronologi Tewasnya Pekerja PT Indostar


inilah Kronologi Tewasnya Pekerja PT Indostar


MALANG – Senin (28/8) lalu, menjadi hari terakhir Agisni Fadilah, 27, bekerja di PT Indostar, Jalan Raya Tamanharjo, Singosari. Warga Jalan Molek II, Desa Talangagung, Kepanjen ini, meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan kerja. Tubuhnya tergiling mesin penggilingan pembuatan asbes.
Usai dievakuasi jenazahnya langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Setelah dimintakan visum, dini hari kemarin jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. Untuk proses penyelidikan, sementara waktu lokasi kejadian ditutup dengan diberi garis polisi.
“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi teman-teman korban, kejadian yang dialami korban murni karena kecelakaan kerja. Tidak ada tanda-tanda kesengajaan,” ujar Panitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono.
Informasi yang diperoleh, korban bekerja di perusahaan yang bergerak dalam pembuatan asbes ini sejak tiga tahun lalu. Selama ini, ia ditempatkan di mesin penggilan bahan pembuatan asbes. Korban bagian mencampur dan memasukkan bahan ke dalam mesin penggilingan.
Sementara kejadian kecelakaan kerja yang dialami Fadilah, terjadi sekitar pukul 18.00. Saat itu, korban sedang memasukkan bahan ke dalam mesin penggilingan. Ketika memasukkan bahan itu, korban diduga menyalahi prosedur keselamatan kerja.
“Seharusnya saat memasukkan bahan, korban tidak boleh naik atau mencari pijakan. Tetapi saat itu, dari keterangan saksi korban mencari pijakan dekat mesin,” jelas mantan KBO Reskrim Polres Malang ini.
Akibatnya ketika berpijak, salah satu kaki korban tiba-tiba terpeleset. Apesnya lagi, korban yang tidak bisa menjaga keseimbangan ini, justru jatuh ke dalam mesin penggilingan. Tubuh korban pun langsung tergiling, hingga dada serta perutnya hancur dan ususnya terbuai.
Mesin penggilingan itupun seketika berhenti. Karyawan lain yang mengetahui, langsung berteriak histeris dan melaporkan kejadiannya kepada pimpinan. Kejadian itupun langsung dilaporkan ke petugas Polsek Singosari.
Polisi yang mendapat laporan segera datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi tubuh korban. Selanjutnya jenazahnya dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. “Dari pihak perusahaan sudah bertanggungjawab dan memberikan santunan kepada keluarga korban,” tuturnya.
Sementara itu, dari keterangan kakak ipar korban yang kemarin ditemui di rumahnya Jalan Molek II, Desa Talangagung, Kepanjen, bahwa jenazah Fadilah dibawa pulang ke rumah istrinya di Desa Blandit, Singosari. Jenazahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Blandit.
“Jenazahnya tidak dimakamkan di Kepanjen, tetapi dimakamkan di Singosari. Karena selama ini korban tinggal di rumah istrinya di Desa Blandit, Singosari. Fadilah bekerja di perusahaan itu sudah sekitar tiga tahun dan memiliki satu anak,” papar kakak ipar korban kepada Malang Post.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top