Kencani Wanita, Leher Menganga

 
MALANG - Tidak seperti biasanya bagi Dulmukti, 45 tahun. Matanya seolah ingin menoleh ke arah kebun, yang tidak jauh dari warung pinggir rolak, tempat biasa dia berjualan. Saat itulah dia kaget bukan kepalang. “Ya, Allah!,” katanya setengah berteriak.
Pria yang tinggal di RT03 RW03 Kedungkandang ini, melihat tubuh seorang pemuda setengah telanjang tergeletak tanpa nyawa, di kebun tersebut. “Saya memang mau buka warung. Eh, ada mayat orang di kebun,” tuturnya.  
Tanpa pikir panjang, dia menghentikan langkah Nur Salianto - 51thn, buruh lepas yang kebetulan sedang melintas di tempat tersebut. Keduanya melihat tubuh pemuda yang hanya mengenakan kaos dan jaket ini, lebam, leher menganga dan sebagian tangannya terluka.
“Kami lalu melapor ke Mapolsekta Kedungkandang,” ujarnya. Mereka juga memberitahu warga sekitar rolak yang memiliki taman indah tersebut. Tak pelak, warga berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian untuk mengenali siapa jenazah itu.
Polisi, relawan SAR dan anggota Koramil Kedungkandang pun ikut berdatangan. Tak terkecuali Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi Purnomo dan anggota identifikasi Polres Makota. Hasil pemeriksaan sidik jari yang berhubungan dengan e-KTP, diketahui korban bernama Zainuddin, umur 22tahun.
Pemuda asal Desa/Kecamatan Sreseh, Sampang, Madura ini, diketahui tinggal di Jalan Kolonel Sugiono 9D Malang. Informasi ini menyebar cepat dan selang 30 menit kemudian, diketahui pula bila korban merupakan karyawan toko roti di Jalan Ranu Grati Gang 3, Malang. 
Heru menduga, korban lari dari arah Wonokoyo dan berusaha menuju jembatan rolak Kedungkandang sebelum akhirnya tergeletak tewas kehabisan darah.  “Ini terlihat dari darah yang tercecer 25 meter di sisi Timur dari tempat penemuan mayat,” katanya.
“Dari lukanya juga ada indikasi korban melakukan perlawanan. Namun untuk pastinya, tunggu hasil otopsi di RSSA Malang,” tambah mantan Kasatreskrim Polres Gresik ini. Tersiar kabar, dari jaket korban ditemukan puluhan SIM Card seluler.
Namun ini dibantah oleh polisi. Mereka mengaku hanya mengamankan sandal di sekitar lokasi kejadian. Penelusuran anggota reserse Polres Makota, Zainuddin ternyata terakhir bertemu dengan Ruliawati, pemilik toko roti, Senin (28/8) lalu. 
“Senin malam, dia ingin pulang ke Madura untuk memberikan HP buat adiknya,” ungkapnya. Zainuddin mengaku ada seorang wanita asal Jalan Muharto Gang 3 Malang yang membawa HP tersebut. Ia mengatakan akan menebus ponsel tersebut. 
Versi Ruliawati, karyawannya itu sudah berkomunikasi dengan wanita tersebut lewat inbox di jejaring sosial Facebook. Setelah pamit sambil meminjam motor suaminya, ternyata Zainuddin tidak kunjung pulang. 
“Sempat menghubungi dan mengaku kehabisan bensin dan meminta untuk dibelikan ke SPBU,” tambah wanita berusia 39 tahun ini.  Namun Zainuddin malah menjaminkan HP yang baru diambilnya kepada pedagang bensin eceran di dekat Jalan Muharto.
“Katanya HP sudah ditebus sama cewek asal Muharto Gang 3 itu, tapi belum diberikan kepadanya,” paparnya kepada wartawan. Suami Ruliawati sendiri malah menemukan motornya berada di persimpangan jalan Muharto. 
“Kunci kontak motor itu ada di tangan seorang pengatur jalan. Maksudnya apa tidak tau. Motor itu lalu diambil sama suami saya. Saya tidak kenal siapa nama perempuan itu, tapi kata Zainuddin, wanita itu teman dekatnya,” ujarnya. 
Curiga Motif Asmara
POLISI yang bekerja keras untuk mengungkap kasus ini menduga bila korban dibunuh karena masalah asmara. Bahkan, polisi mencurigai, korban ditarik ke lokasi pembunuhan, ditelanjangi dan dihabisi di tempat tersebut.
“Ini yang masih dicari benang merahnya antara wanita misterius itu dengan pelakunya,” ungkap sumber Malang Post di lingkungan Polres Makota. Ada dugaan, selain urusan ponsel, pembuat roti ini menjalin hubungan khusus dengan wanita asal Jalan Muharto Gang 3 Malang. 
Semalam, sumber internal lain Polres Makota menerangkan korban dibunuh oleh empat orang. Salah satu pelakunya berhasil ditangkap, termasuk celurit yang digunakan untuk membantai korban di kebun dekat rolak Kedungkandang ini.
“Ya, ada satu pelaku yang sudah diamankan bersama barang buktinya. Sedangkan sisanya masih dalam pengejaran. Mudah-mudahan segera tertangkap karena identitasnya sudah dikantongi rekan-rekan di lapangan,” pungkas sumber yang wanti-wanti dirahasiakan namanya ini. (fin/mar)
 

Berita Lainnya :