Peluru M-16 Tercecer di Sungai

 
MALANG – Dua pekerja bangunan Arik, 20 tahun, warga Pandansari Lor dan Sutiono, 40 tahun warga Kenongo Jabung, kaget ketika menemukan bahan peledak, kemarin. Keduanya menemukan barang tersebut saat  bekerja di Perumahan Little Kyoto, Tunjungsekar, Lowokwaru. 
Awalnya, dua kuli ini menganggapnya pecahan keramik di sungai. Namun setelah diambil ternyata peluru. Tanpa pikir panjang, mereka langsung melaporkannya kepada pengurus RT, yang diteruskan kepada Polsek Lowokwaru.
Kasubag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni menyebut penemuan diserahkan ke polisi untuk identifikasi. 
“Handak (bahan peledak) yang diamankan, berasal dari dua jenis senjata api, yaitu senapan laras panjang M-16 dan pistol revolver,” kata Heni, sapaan akrabnya kepada Malang Post, dikonfirmasi kemarin.
Saat menemukan handak tersebut, Arik dan Sutiono, tengah sibuk mengerjakan renovasi rumah di sekitar sungai tersebut. Mereka tanpa sengaja, melihat benda yang seperti pecahan keramik di dasar sungai. Begitu mendekat, benda tersebut ternyata bukan keramik, melainkan kotak peluru atau magasin yang berserakan di sungai.
Mereka langsung melapor kepada RT yang diteruskan kepada Polsek Lowokwaru. Petugas polisi yang turun, bersama dua saksi, melanjutkan pencarian di sekitar sungai. Setelah pencarian intensif, polisi mengamankan dua buah magasin untuk senjata senapan serbu M-16. Sejumlah 38 butir amunisi peluru tajam untuk senjata M-16 juga ditemukan di sungai.
“Petugas mengamankan pula enam peluru revolver yang belum terletus,” kata Heni. 
Dalam pencarian, polisi tidak menemukan barang bukti lain berupa senjata api M-16 maupun revolver yang sesuai dengan temuan amunisi. Heni menjelaskan, polisi langsung mengamankan butiran amunisi tersebut dan melakukan pengumpulan keterangan dari saksi maupun warga sekitar.
Tipe peluru tajam aktif yang ditemukan warga di sungai, merupakan peluru yang biasa dipakai dalam senjata standar militer M-16 maupun Senapan Serbu 1 (SS1). Meski demikian, polisi belum menentukan asal peluru maupun magasin yang ditemukan di sungai. 
Heni berharap, warga waspada ketika menemukan bahan peledak yang berbahaya seperti amunisi tersebut.
“Kalau warga menemukan di sungai atau pun tempat umum lainnya, harap segera menghubungi atau menginformasikan kepada pihak berwajib, karena punya potensi yang membahayakan masyarakat,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :