Rame-rame Ngutil di Swalayan

 
MALANG - Pemilik toko harap waspada dengan orang yang membeli barang secara bergerombol. Karena bisa jadi itu modus pencurian baru. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Bantur, Jumat petang lalu.
Seorang pencuri tertangkap setelah ngutil barang di swalayan Necya Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur. Tersangkanya Sugeng Triwahyudi alias Teteh, 41, warga Dusun Janti, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto.
Ia tertangkap sesaat setelah kejadian. Barang buktinya petugas mengamankan dua bungkus susu merek Lactogrow dan SGM. Barang bukti tersebut ditemukan petugas terbuang di pinggir jalan.
"Sebetulnya pelakunya ada sekitar delapan orang. Karena mereka beraksi menggunakan dua mobil, namun pelaku lainnya berhasil kabur," ungkap Kapolsek Bantur, AKP Yatmo.
Diperoleh keterangan, aksi pencurian terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Tersangka Teteh datang bersama sekitar delapan orang. Mereka mengendarai dua unit mobil.
"Aksi mereka ini seperti orang yang berwisata lalu mampir ke toko membeli makanan," ujar Yatmo. 
Setelah masuk, beberapa orang mengalihkan perhatian dengan membeli barang. Sedangkan tersangka beraksi mengambil beberapa barang seperti susu kemasan dus yang selanjutnya dimasukkan ke dalam bajunya.
Meski tertata rapi, namun mereka tidak menyadari kalau aksinya terekam CCTV. Setelah beraksi mereka lantas buru-buru keluar. Karyawan toko yang mengetahui aksinya, lantas mengejar dan meneriaki maling.
Pelaku lainnya yang merasa aksinya ketahuan, langsung kabur dengan megendarai mobil. Sedangkan tersangka Teteh yang tertinggal, bersembunyi di Puskesmas Bantur. Layaknya masyarakat sekitar, ia berpura sedang menunggu pasien.
Bahkan tersangka membayar warga sekitar sebesar Rp 100 ribu, untuk mengaku sebagai saudara. Namun berkat kejelian petugas, akhirnya tersangka berhasil diamankan.
"Semula dia tidak mengaku. Namun setelah kami tunjukkan bukti petunjuk, tersangka baru mengakui. Bahkan beberapa pekan lalu juga mengaku pernah mencuri di toko Bukit Sofa, dekat dengan Kantor Kecamatan Bantur," papar mantan Kapolsek Jabung ini.
Yang menarik lagi, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Teteh mengatakan tidak mengenali teman-temannya. 
"Pengakuannya temannya asal Surabaya, tetapi tidak tahu alamatnya dimana," sambungnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :