magista scarpe da calcio Diundang Hajatan, 12 Orang Keracunan Mie


Diundang Hajatan, 12 Orang Keracunan Mie


 
MALANG – Sebanyak 12 orang warga Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari harus dilarikan ke Puskesmas Mantren dan Puskesmas Ardimulyo Jumat (1/9), kemarin. Mereka diduga keracunan makanan mie yang dimakan ketika menghadiri hajatan di rumah Ustad Anis, warga RT 01 RW 01, Dusun Blandit, Desa Wonorejo.
Peristiwa ini berawal dari istri Ustad Anis, Umi Zahro yang memiliki hajat dengan mengundang 19 orang tetangganya, Kamis (31/8). Mereka diundang ke acara pembacaan Surat Yassin di rumahnya  untuk mendoakan anggota keluarga yang pergi haji. 
Seperti biasanya, para undangan diberi hidangan makan. Kegiatan pun berjalan lancar hingga acara usai. Namun keesokan paginya, Jumat pukul 04.00, Khusnul warga RT 01 RW 01 yang merupakan tamu undangan dalam acara hajatan itu merasakan hal aneh pada perutnya.
Ia merasa perutnya gemetaran dan melilit. Tak hanya itu, Arif yang bertempat tinggal di RT 02 RW 01 juga merasakan hal yang aneh. Namun dengan keluhan yang berbeda. Arif merasakan perutnya melilit disertai diare.
Selain itu beberapa warga yang ikut di acara hajatan juga merasakan masalah pada perutnya. Akibatnya, mereka memilih memeriksakan dirinya ke Puskesmas pagi harinya. Bahkan warga terus berdatangan hingga pukul 11.00 siang. 
Merasa ada yang janggal, salah satu warga akhirnya melaporkan ke Polsek Singosari. Kompol Wachid Arif selaku Kapolsek Singosari membenarkan kejadian ini. 
“Totalnya ada 12 orang yang dirawat di Puskesmas termasuk yang punya hajat. Analisa dari dokter ialah keracunan makanan yang berupa mie,” papar Wachid Arif saat ditemui Malang Post. 
Wachid Arif juga menjelaskan analisa dokter yang menagani kasus ini, benar adanya karena makan mie. Pasalnya, dari 19 orang yang menghadiri undangan, sebanyak 12 orang yang mengalami keracunan.
Yakni, Arif, Dani, Siti Haula, Khusnul, Khosim, Khoiri, Durotun, Zaki, Latifa, Fahri, dan Iin termasuk Zahro sang pemilik rumah juga memakan mie. Sedangkan yang lainnya tidak merasakan apapun karena tidak memakan mie yang dihidangkan.
‘’Menurut keterangan dari pihak keluarga, mie itu didapatkan saat berbelanja di Pasar Singosari. Dugaan kuat mie yang dibeli itu sudah kadaluarsa. Kami juga sudah mendatangi TKP dan menyita sisa makanan yang dikonsumsi pada saat giat hajatan,’’ pungkasnya. (mg1/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top