magista scarpe da calcio Mabuk, Ngamuk, Nyaris Tusuk Isteri


Mabuk, Ngamuk, Nyaris Tusuk Isteri

 
MALANG - Maunya mengajak rujuk istrinya, namun justru malah masuk penjara. Hal inilah yang dialami Rudi Diska Hariananta, 28, warga Jalan Sumpil Gang I, Kota Malang. Ia ditahan karena tuduhan penganiayaan, dengan barang bukti sebilah keris.
"Tersangka sebelumnya diamankan oleh petugas Polsek Singosari. Namun karena korbannya anak-anak, kemudian diserahkan ke UPPA Polres Malang," terang Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.
Peristiwa penganiayaan terjadi Jumat malam lalu di rumah mertua tersangka di Dusun Segaran, Desa Banjararum, Singosari. Saat itu tersangka datang ke rumah mertuanya dalam kondisi mabuk untuk menemui Mila, istrinya. Tersangka ingin mengajak istrinya untuk rujuk.
Namun ajakan rujuk tersebut ditolak oleh istrinya. Keduanya pun akhirnya bertengkar. Saat cek-cok mulut, tersangka mengambil sebilah keris yang sebelumnya untuk hiasan dinding.
Melihat tersangka mengambil keris, Dwi kakak ipar tersangka dan mertuanya melerai. Mila istrinya yang ketakutan langsung lari. Mengetahui istrinya kabur, tersangka langsung melempar keris yang dibawanya.
Bukannya mengenai istrinya, malah mengenai kaki keponakannya Anistya Azahra, 14 tahun. Setelah itu tersangka langsung mengejar istrinya keluar rumah. Pertengkaran kembali terjadi, Mila yang takut lalu berteriak hingga mengundang warga sekitar.
Selanjutnya warga yang melihat tersangka kalap, langsung mengamankan. Kemudian menyerahkannya ke petugas Polsek Singosari. Keluarga tidak terima dengan perlakuan tersangka.
"Sebetulnya saya tidak ada niatan untuk melukai. Hanya karena emosi, kemudian keris saya lempar dan tidak sengaja mengenai kaki keponakan," ucap tersangka yang tubuhnya penuh dengan lukisan tato.(agp/jon)      

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top