Lama Tak Pulang, Ditemukan Jadi Mayat di Sungai

 
MALANG – Masyarakat sekitar Sungai Karangrejo, Desa Taman Satrian, Kecamatan Tirtoyudo, siang kemarin geger dengan penemuan mayat manusia di sungai. Saat ditemukan kondisi mayat sangat mengenaskan. Selain sudah membusuk, kepala serta beberapa bagian tubuh lainnya sudah menjadi tengkorak.
Meski sebelumnya sempat dinyatakan Mr X, namun akhirnya identitas korban terkuak. Mayat tersebut dikenali bernama Deman, 72, waraga Dusun Damuan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena sakit serta usianya yang sudah tua.
“Secara fisik, korban memang tidak bisa dikenali lagi. Namun identitas korban dikenali oleh keluarganya dari jaket serta gelang tangannya masih masih melekat,” ujar Kanitreskrim Polsek Tirtoyudo, Aiptu Ikhwan Prasetyo.
Menurutnya, sebelum ditemukan sudah menjadi mayat, korban diketahui pergi dari rumah tanpa pamit sejak Jumat (4/8) siang. Korban diketahui selama ini mengalami pikun dan tuli. Ketika hilang itu, keluarga sempat mencari keberadaan korban namun tidak ditemukan.
Beberapa keluarga didatangi dan ditanyakan kepada tetangga, juga tidak ada yang tahu. Kemungkinan, ketika keluar rumah itu, korban jalan sendiri tanpa arah hingga ke Desa Taman Satrian, Tirtoyudo. Diperkirakan ketika di sekitar sungai, korban terpeleset dan jatuh hingga akhirnya meninggal dunia.
Jenazah korban baru ditemukan kemarin sekitar pukul 10.15. Adalah Alimah, 50 tahun, warga sekitar yang kali pertama menemukannya. Saat itu saksi berniat pergi ke sungai, dan melihat ada sesosok mayat di tepi sungai dengan kondisi membusuk dan sudah menjadi tengkorak.
Saksi yang takut lantas memberitahukan temuannya itu ke warga sekitar yang kemudian diteruskan ke perangkat desa. Setelah dipastikan memang benar mayat manusia, warga lantas melaporkannya ke petugas Polsek Tirtoyudo. Selanjutnya setelah dievakuasi, jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka.
“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Jenazah korban hanya kami mintakan visum luar di Puskesmas. Keluarga menganggap kematiannya sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan,” paparnya.(agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...