Gagalkan Penjualan Ganja Kering ke Mahasiswa

 
MALANG - Satuan Reskoba Polres Malang berhasil menggagalkan peredaran narkotika di kalangan mahasiswa. Ganja kering seberat satu kilogram yang sedianya akan diedarkan berhasil diamankan, akhir pekan kemarin. Sayangnya untuk pelakunya masih dalam proses penyelidikan.
“Ganja tersebut kami amankan disuatu tempat di wilayah Kecamatan Dau, bekerjasama dengan Polsek Dau. Untuk pelakunya saat ini masih kami selidiki. Target dalam seminggu ini akan segera kami ungkap,” jelas Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat, kepada Malang Post kemarin.
Menurut Samsul, ganja tersebut dipesan oleh seseorang. Kemudian barang dikirim dengan cara diranjau di suatu tempat. Sedianya narkotika jenis golongan I tersebut akan diedarkan kepada mahasiswa. Namun belum sempat diedarkan, polisi berhasil mengamankan.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat kalau ada barang yang mencurigakan. Setelah kami selidiki, ternyata ganja. Jika melihat lokasinya, kemungkinan dipesan dan akan diedarkan kepada mahasiswa,” ujar mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini.
Sementara itu, dalam sepekan minggu keempat bulan Agustus lalu, Satuan Reskoba Polres Malang, berhasil mengungkap sepuluh kasus dengan 14 tersangka. Tiga tersangka diantaranya merupakan pengedar pil koplo jenis dobel L. Ketiganya adalah warga Kecamatan Turen, dengan total barang bukti sebanyak 17 ribu pil koplo.
Sedangkan sepuluh tersangka lainnya adalah kasus sabu-sabu (SS). Kesepuluh tersangka tersebut, ditangkap di beberapa tempat di Kabupaten Malang. Paling dominan adalah di wilayah Kecamatan Gondanglegi dan Turen.“Dari 10 tersangka kasus sabu-sabu tersebut, kami mengamankan barang bukti seberat 10,5 gram,” tutur Samsul.
Dilanjutkan mantan KBO Reskrim Polres Malang ini, dengan jumlah ungkap kasus di minggu terakhir bulan Agustus tersebut, ada kenaikan sekitar 30 persen dari sebelumnya. Biasanya dalam waktu seminggu hanya lima sampai tujuh kasus. Sementara minggu terakhir bulan Agustus lalu ada sepuluh ungkap kasus.
Melihat grafik kenaikan ungkap kasus tersebut, maka peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Malang masih sangat tinggi. Sasarannya tidak hanya orang dewasa, tetapi sudah mengarah pada mahasiswa dan pelajar.
“Mereka yang kami amankan ini rata-rata adalah pengguna narkotika. Tujuh tersangka diantaranya juga menjadi pengedar,” ucapnya sembari mengatakan bahwa perang terhadap narkotika di wilayah Kabupaten Malang, akan terus dilakukan.(agp/jon)

Berita Lainnya :