Jambret Jalanan Didor!

 
BATU - Jambret jalanan tidak diberi ampun oleh Tim Buru Sergap Polsek Bumiaji, Kota Batu. Terbukti, tim ini menembak kaki Mustain, 28 tahun, yang mencoba melarikan diri saat ditangkap di dekat Mts Miftahul Hikmah, Jambu Wuk, Gondang, Mojokerto, hari Sabtu (2/9) pukul 12.00.
Laki-laki yang tinggal di Dusun Tawar, Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Mojokerto ini tidak menyangka, kalau petugas Polsek Bumiaji mengejarnya hingga di Mojokerto. Bahkan ia tidak menyangka, kalau polisi yang menembaknya sempat ngopi bareng selama 30 menit di sebuah warung depan sekolah tersebut.
Karena itu, ia memilih kabur saat mengetahui polisi akan menangkapnya. Tidak mau buruannya kabur, polisi menembakkan timah panas dan mengenai kaki kiri tersangka. Anak sulung dari tiga bersaudara ini pun tersungkur, petugas pun langsung mengelendeng Mustain.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah motor Honda Grand nopol N 6188 RT, 4 buah HP dan dua buah VCD yang dicurinya di beberapa tempat yang berbeda. 
Jumat (1/8) malam, ia berangkat dari Mojokerto menuju ke Batu melalui Jombang. "Niat saya berjalan-jalan saja, tidak ada niat untuk 'kerja' (sebutan tersangka untuk mencuri)," ujarnya. 
Sabtu (2/9) dini hari ia masuk ke dua musala di kawasan Jombang dan menggondol dua VCD.
Dua aksi kejahatan ini berhasil, tanpa rasa bersalah ia meneruskan perjalanan dan sempat berhenti di sebuah warung kopi di perbatasan Jombang - Kabupaten Kediri. "Disitu saya tidur satu jam saja," ujarnya santai.
Ia pun meneruskan perjalanan ke Kota Batu melalui Pujon. Mulai dari Jombang hingga Pujon, ia sudah menjambret HP milik tiga orang. 
"Saya tidak tahu nama daerahnya," ujar Mustain yang waktu SMP mengaku pernah mondok di sebuah Ponpes di Mojokerto selama tiga tahun.
Dari hasil penyelidikan, dua TKP di Kecamatan Pujon, satu TKP di Alun-Alun Batu. Tidak cukup hanya disitu, motor Honda Grand Impressa yang juga merupakan hasil curanmor di Probolinggo ini berjalan ke arah Bumiaji.
Saat itu tersangka melihat ada seseorang yang sedang jogging sambil menelepon. Ternyata orang itu adalah warga Tulungagung yang menginap di hotel Purnama. Tanpa banyak pikir Mustain pun merampas HP milik korban kemudian langsung kabur.
Ia pun terus memacu motornya melewati jalan Bumiaji - Cangar - Pacet. Sampai di Mojokerto ia berhenti untuk makan dan minum kopi.  
"Setelah mencuri rasanya sebenarnya sumpek, tapi saya butuh uang untuk ngopi, makan dan beli narkoba," ujar tersangka yang sering ngomong ngelantur karena pil koplo yang dikonsumsinya.
Ia pun paham bahwa motor Honda Grand yang digunakan aksi kejahatan, tidak bisa berjalan kencang. "Saya tahu motor saya itu tidak bisa lari cepat, tapi saya kan butuh adrenalinnya. Deg-deg an saat dikejar itu asyik," ujarnya. 
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto mengatakan dari hasil pemeriksaan, ternyata tersangka Mustain adalah seorang residivis. 
"Tersangka kita tangkap hanya dalam waktu tujuh jam setelah aksi kejahatannya. Dia sudah pernah empat kali masuk penjara, pertama karena mencuri kotak amal dan tiga kali mencuri motor," ujar kapolres. 
Tersangka dijerat hukuman dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (dan/jon)

Berita Lainnya :

loading...