Mencuri Mobil Dinas, GF Dipecat dari Honorer


BATU - Akibat perbuatannya mencuri mobil dinas milik Bagian Aset Pemkot Batu, GF,41, warga Desa Pandanrejo, Kota Batu tidak hanya harus mendekam di tahanan. Namun kemungkinan besar ia akan kehilangan pekerjaannya sebagai tenaga honorer Pemkot Batu.
Posisinya kini bergantung pada keputusan atasan langsungnya dan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Terlebih pegawai honorer setiap tahunnya harus menandatangani kontrak kerja yang terus diperbaharui.
Wiwik Sukesih, Kepala BKPSDM menegaskan, pemecatan GF tergantung pada hasil keputusan sidang. “Memang betul GF adalah tenaga honorer daerah Pemkot Batu, kalau terbukti bersalah yang dibuktikan dengan keputusan pengadilan, pasti ada sanksi tegas,” ujar dia.
Wiwik mengatakan bahwa yang bersangkutan merupakan tenaga honorer daerah masuk tahun 2005. Ia memang belum masuk dalam daftar pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bergaji sekitar Rp 1,5 juta.
Di Pemkot Batu, pengangkatan tenaga honorer daerah menjadi ASN berakhir tahun 2007, setelah itu tidak ada pengangkatan tenaga honorer lagi sebagai ASN.  Tenaga honorer yang diangkat menjadi ASN tahun 2007 adalah tenaga honorer yang masuk tahun 2002.
Kasatreskrim Polres Batu, AKP Dzakiy Dzul Karnaen, mengatakan pencurian mobil dinas yang dilakukan GF dan temannya direncanakan matang, termasuk pembagian tugasnya. “Motifnya karena faktor ekonomi. GF mengetahui persis tempat penyimpanan kunci mobil dinas,” katanya. (dan/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...