Sempat Disusui Sebelum Dibuang


BATU - Polres Batu dan Dinas Sosial Pemkot Batu terus mengawasi kondisi Niken Sekar Melati, bayi perempuan yang dibuang orang tuanya di Jalan Melati, Kelurahan Songgokerto, Senin (4/9) siang.
Kondisi bayi ini semakin membaik, badannya yang demam berangsur-angsur normal. Hanya saja bayi ini sempat muntah beberapa kali. Dari situ diketahui, bahwa ternyata bayi ini sempat diminumi ASI oleh orang tuanya yang tidak diketahui dimana keberadaannya saat ini. 
“Dari muntahan itu diketahui, ada cairan lain selain susu formula. Cairan itu ternyata ASI. Artinya sebelum membuang bayi ini, ibunya sempat menyusuinya,” ujar Sri Yunani, Kabid Pelayanan Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Kota Batu.
Kemarin, RS Bhayangkara juga sudah melakukan uji tes HIV kepada bayi ini, Sri Yunani bersyukur hasilnya negatif, artinya bayi ini tidak terinfeksi penyakit mematikan ini. Selain itu, leukosit bayi yang sempat drop, kemarin mulai naik.
Sri Yunani, mengatakan status bayi ini saat ini dalam pengawasan Polres Batu, sementara untuk perawatan menjadi kewenangan Dinas Sosial. "Tidak ada aturan baku mengenai masa pengawasan,” tambah dia.
“Ada yang mengatakan 10 hingga 15 hari ketika tidak ditemukan orang tua, bayi ini sudah menjadi tanggungjawab negara,” ungkapnya. Bagi orang tua yang ingin mengadopsi bayi ini dipersilahkan melalui prosedur yang ditentukan oleh negara.
Mulai dari mengisi form pengajuan di Dinas Sosial Kota Batu dan mengajukannya kepada Dinas Sosial Provinsi Jatim. “Saat ini di UPT Dinas Sosial Provinsi terdapat 82 bayi se Jatim, calon orang tua asuh yang mengajukan sebanyak 300 orang,” ujar Sri.
Sementara itu Bambang Kuncoro, Kepala Dinas Sosial mengatakan sudah 11 calon orang tua bayi yang meminta formulir untuk mengadopsi bayi perempuan ini. Belum lagi ada 4 orang dari luar kota yang sudah menelepon Dinas Sosial Pemkot Batu untuk mengajukan permohonan adopsi.
“Terpenting bagi kita adalah memastikan bahwa bayi perempuan ini sehat. Setiap hari teman-teman mengantar susu dan pampers serta berbagai keperluan lain untuk bayi. Kita terus monitor kesehatan bayi ini,” ungkapnya.
Ia mempersilakan masyarakat yang ingin mengadopsi untuk mengajukan permohonan tersebut, namun ia mengatakan keputusan membolehkan atau tidak membolehkan mengasuh bayi ini adalah dari Dinas Sosial Provinsi Jatim.
“Ada syarat khusus yang diwajibkan oleh UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial, Asuhan Balita Provinsi Jatim di Sidoarjo, salah satunya terkait kesediaan orang tua, bersedia disurvei kondisi perekonomiannya, jumlah keluarga dan lain sebagainya,” tegas dia.
Pemohon yang berasal dari locus penemuan bayi, biasanya mendapatkan prioritas untuk mendapatkan bayi tersebut. Seperti bayi yang dibuang di Jalan Lesti beberapa bulan lalu, sudah mendapatkan orang tua asuh dari Kota Batu sendiri.  
“Proses adopsi ini cukup lama, tidak hanya sekedar mengajukan, tapi UPT juga melakukan pendampingan membangun chemistri antara orang tua asuh dengan bayi yang diadopsinya,” pungkas dia. (dan/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :