Ibu Rumah Tangga Otaki Pembunuhan


MALANG - Pelaku pembunuhan terhadap Wasiah, 37 tahun, yang mayatnya dibuang di bawah Jembatan di JLS, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, berhasil ditangkap Reskrim Polres Malang. Dari tiga pelaku, satu berhasil diamankan dan dua masih dalam pengejaran. Tragisnya otak pembunuhan adalah seorang ibu rumah tangga yang masih saudara korban.
Pelaku yang berhasil ditangkap Mohammad Rohim, 27 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Kedungmaron, Kecamatan Kejayan, Pasuruan. Rohim bertugas membuang mayat korban bersama dengan Ismail, 27 tahun, warga Dusun Gunung Abang, Desa Kedungmaron, Kecamatan Kejayan, yang kini masih buron.
Rohim ini masih keponakan korban. Sedangkan otak sekaligus eksekutor pembunuhan adalah Mihana, 30 tahun, warga Dusun Asem Corong, Desa Kepuh, Jejayan yang juga masih buron. Antara korban dengan Mihana masih ada hubungan kerabat. Mihana juga merupakan bibi dari tersangka Rohim.
"Tersangka Rohim ini, turut serta membantu pembunuhan. Dia kami tangkap di rumahnya setelah ada bukti petunjuk kuat," jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu.
Mayat perempuan warga Dusun Asem Corong, Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Pasuruan ini ditemukan warga pada 17 Agustus lalu. Setelah diselidiki terungkap identitasnya adalah Wasiah, warga Pasuruan.
Wanita berusia 37 tahun tersebut menjadi korban pembunuhan sekaligus perampokan. Tubuhnya terbungkus dengan karung plastik serta jas hujan. Barang berharga seperti perhiasan dan HP milik korban juga lenyap.
Setelah penyelidikan selama tiga minggu lebih, polisi akhirnya berhasil mengungkap kasusnya. Mohammad Rohim berhasil ditangkap.
"Saya tidak tahu kalau mayat wanita itu bibi saya (Wasiah, red). Karena ketika saya datang ke rumah bibi Hana (Mihana, red) mayat sudah terbungkus," ujar Mohammad Rohim.
Pada 14 Agustus sekitar pukul 11.00, Rohim yang sedang bekerja dipenambangan pasir, dijemput oleh Farida, saudara Mihana untuk diajak ke rumahnya. Farida mengatakan kalau anak Mihana sedang sakit.
Selanjutnya Rohim dan Farida menuju rumah Mihana. Mereka masuk lewat pintu belakang. Begitu berada di rumah, Mihana mengatakan kalau sudah membunuh seorang wanita sembari menunjukkan mayatnya. Ia tidak mengatakan identitas mayat tersebut.
"Bibi hanya bilang kalau wanita yang dibunuh itu adalah selingkuhan dari Bai, suaminya. Lalu saya diminta untuk membuang mayatnya sejauh mungkin," tutur Rohim.
Kemudian Rohim mengusulkan untuk mengajak Ismail. Ia diberi uang Rp 1 juta untuk biaya awal. Jika sukses Rohim dan Ismail dijanjikan akan diberi sejumlah uang lagi.
Rohim pun bergegas menuju rumah Ismail. Ia menyampaikan permintaan Mihana, sekaligus menyerahkan uang Rp 1 juta untuk biaya menyewa mobil.
Petang harinya sekitar pukul 18.00, Rohim bersama Ismail kembali datang ke rumah Mihana. Mereka mengendarai mobil Avanza warna hitam yang disewa. Mobil diparkir di Jalan Tambang yang sepi. Kemudian mereka berjalan kaki sekitar 30 menit menuju rumah Mihana.
Setelah itu, Rohim dan Ismail menggotong mayat Wasiah dengan cara dipikul menggunakan kayu. Mereka menyusuri sungai untuk menuju ke mobil. Selanjutnya jenazah korban ditaruh di bagasi, yang selanjutnya menuju ke Balekambang.
Sampai di jembatan JLS Desa Tumpakrejo, Gedangan sekitar pukul 23.00. Mereka lantas membuang mayat korban di bawah jembatan. Selanjutnya kembali ke Pasuruan dan tiba pukul 04.00.
Pagi harinya pukul 09.00, Ismail menghubungi Rohim meminta uang yang dijanjikan Mihana. Kemudian sore harinya Rohim datang ke rumah Mihana untuk menagih janji. “Saya tidak diberi uang, tetapi diberi dua gelang emas yang kemudian saya berikan pada Ismail,” ucapnya.
Keesokan harinya, Rohim mengatakan ditemui oleh Ismail. Ia diberi uang Rp 500 ribu, hasil dari penjualan gelang. “Katanya gelangnya laku Rp 1,5 juta. Uang yang diberikan itu, saya serahkan semuanya ke anak-anak yatim,” akunya.
Rohim mengatakan, ia baru mengetahui kalau mayat yang dibuang itu ternyata Wasiah (bibinya, red), beberapa hari setelah jenazah Wasiah terungkap. Rohim mengaku menyesal, karena telah membantu perbuatan jahat Mihana. “Kalau dari awal saya tahu itu mayatnya (Wasiah, red), pasti tidak mau,” katanya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :