Intelejen Gadungan Ancam Bunuh Tetangga


MALANG – Hanya karena ingin disegani oleh warga, Margo, 58 tahun, mengaku sebagai anggota TNI AD. Ia berkoar-koar pada warga, kalau dirinya seorang Intelijen dengan menunjukkan KTA (kartu tanda anggota) palsu. Namun begitu jati dirinya terbongkar, ia harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang sejak awal pekan lalu.
Warga Dusun Ngliyep, Desa Kedungsalam, Donomulyo ini, sebetulnya dibekuk bukan karena mengaku sebagai anggota TNI gadungan. Tetapi karena mengancam Mbok Mistun, warga Dusun Lolaras, Desa Karangkates, Sumberpucung. Margo mengancam akan membunuh korban dengan senjata tajam jenis celurit.
Karena merasa ketakutan dan jiwanya terancam itulah, Mbok Mistun lalu melapor ke polisi. Atas laporan tersebut, polisi lalu menangkap Margo di rumah kontrakannya di Dusun Lolaras, Desa Karangkates. Sebagai barang buktinya, selain mengamankan celurit yang digunakan mengancam korban, juga amunisi aktif jenis FN.
“Tersangka ini dikenal oleh warga sebagai anggota Intel TNI AD. Sebab selama ini ia mengaku pada warga adalah anggota TNI,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, sembari mengatakan akan mengembangkan kasusnya.
Diperoleh keterangan, pengancaman yang dilakukan Margo ini, terjadi pada bulan Juni 2017 lalu. Ceritanya, pagi itu korban keluar rumah bermaksud untuk belanja sayuran di pedagang keliling. Melihat korban keluar rumah, tersangka Margo langsung ikut keluar rumah dan menghampiri korban.
Sembari menenteng sebilah celurit, ia lalu mengancam korban dengan kata-kata kasar. “Mbok ojok diterus-terusno lekmu nyocot ae lambemu. Lek kok terus-terusno tak kepras lambemu, kowe tak lebokno karung tak buang nang kali. (Mbok jangan diterus-teruskan kalau ngomong saja bibirmu. Kalau terus-terusan ngomong, nanti saya bacok bibirmu, saya masukkan karung dan saya buang ke sungai, red),” ancaman tersangka kepada korban.
Karena takut dengan ancaman itu, Mbok Mistun lantas pulang. Beberapa hari kemudian ia menceritakan kepada keluarga, hingga akhirnya dilaporkan ke polisi. Berdasarkan laporan itulah, Margo lalu ditangkap sepulang dari kerja sebagai nelayan.
“Saya emosi dan tersinggung dengan dia (korban, red). Sebab ia menuduh saya membuang sampah di depan rumahnya,” ucap tersangka Margo.
Soal pengakuannya sebagai anggota TNI AD, tersangka awalnya tidak mau mengakui. Namun setelah diinterogasi, mengatakan kalau ia ingin disegani. “Hanya untuk menakut-nakuti saja kok,” ucap tersangka singkat.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...