Blokir Surat Tanah Rp 8 Miliar



MALANG -  Upaya sekeluarga asal Dusun Baran, RT16 RW06, Desa Kasri, Bululawang untuk mempertahankan tanah mereka di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, tidak hanya melapor ke Polda Jatim saja. Namun juga ke kantor BPN Kabupaten Malang.
Seperti pernah diberitakan, mereka melaporkan Siti Ngaisah, 73, warga Dusun Bulupayung, RT31 RW07, Desa Krebet, Bulawang dan Junaedi, anaknya yang tinggal di Taman Graha Asri Blok EEB No 10, RT11 RW19, Kelurahan/Kecamatan Serang, Banten.
Padeli, 58, juru bicara pelapor mengaku Ngaisah dan anaknya itu menguasai empat bidang tanah seluas 3,5 hektar senilai Rp 8 miliar yang bukan hak warisnya.  Tanah itu adalah peninggalan dari Salikah B. Sulaiman, neneknya yang memiliki empat saudara kandung yakni Tiah, Muntamah, Iksan dan Merani.
Dalam laporannya, Ngaisah dan Junaedi diduga melakukan pemalsuan surat hingga terbit akta hibah yang dibuat di Notaris/PPAT Prima Cipta Budi Santoso SH, di Ruko Persada Bhayangkara R-7 Singosari, Senin (14/8) lalu.
“Untuk memperkuat laporan itu, kami sebagai ahli waris dan kuasa ahli waris almarhum Sulaiman sudah mengirimkan surat pemblokiran ke kantor Pertanahan Kabupaten Malang tanggal 5 September 2015 lalu,” kata Padeli.
Ia menjelaskan, pemblokiran ini dilakukan agar pendaftaran atau peralihan hak semua tanah-tanah peninggalan almarhum Salikah B. Sulaiman dan almarhum Sulaiman alias Seleman, anaknya yang terletak di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang tidak diproses oleh kantor pertanahan.
“Apalagi telah dilaporkan ke Polda dan jadi objek perkara pidana atas dugaan melakukan tindak pidana membuat surat palsu dan atau memberikan keterangan palsu ke dalam akta otentik, pemalsuan asal usul hingga penyerobotan tanah,” ungkapnya.
“Kami berharap, kalau ada yang mengajukan untuk peralihan nama, tidak akan bisa dilakukan karena pemblokiran ini. Sebab, kami takut kalau tidak ada pemblokiran, ada yang tiba-tiba sudah mengajukan peralihan nama tanah milik kami,” pungkas dia. (mar)

Berita Lainnya :

loading...