Bayi Hidup Dimasukkan Kresek



MALANG - Sarmin dan Marsati, istrinya yang berusia 50 tahun, Selasa (5/9) malam berjalan menyusuri jalan raya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan. Keduanya bergegas menuju Selobekiti untuk membayar bambu yang dibelinya.
Namun, mendekati jembatan Sungai Biru, atau dekat  Argo Techno Park Universitas Brawijaya yang sepi dari rumah penduduk, laki-laki berusia 60 tahun itu melihat sebuah tas kresek di pinggir jalan, sedang bergerak-gerak.
“Saat itu sudah gelap. Apalagi itu daerah perkebunan. Melihat tas kresek di pinggir sungai, saya penasaran. Saat saya buka, ternyata isinya bayi lengkap dengan ari-arinya,” tutur Sarmin, ditemui di rumahnya, Gang Punden RT22 RW03 Dusun Jatikerto, Desa Jatikerto.
Melihat bayi yang langsung digendongnya itu masih hidup, dia dan istrinya langsung pulang ke rumahnya. Mereka juga melaporkan penemuan bayi itu ke perangkat desa dan Muspika Kromengan.  Sontak, warga sekitar pun heboh dan mendatangi rumahnya.
Pak Min, panggilan akrabnya, mengungkapkan jika bermimpi yang sama selama dua hari berturut-turut. “Saya bermimpi berangkat ke sawah membawa nasi serta lauk pauk dalam rantang,” ungkapnya.  “Ternyata rejeki menemukan bayi,” tambah dia.
Ia mengaku sangat senang dan beruntung bisa menemukan bayi yang baru dilahirkan itu. Menurutnya jika takdir tidak membawanya saat peristiwa itu, kemungkinan besar bayi laki-laki tersebut tidak akan terselamatkan.
“Di lokasi saya menemukan bayi sangat jauh dari rumah  warag, karena saat malam mungkin hanya beberapa orang yang lewat dan kebanyakan menggunakan sepeda motor. Apalagi lokasi tidak ada penerangan,” ungkap Pak Min.
Untuk mengetahui kondisi bayi yang lahir dengan berat 3,1 kg dan panjang 50 cm ini, pasangan suami istri ini membawanya ke rumah Susilawati, bidan desa. “Sekitar pukul 21.00, baru dibawa polisi ke Puskesmas Kromengan untuk keselamatannya,” tegas dia.  
Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan mengatakan jika pihaknya kini telah bergerak menyelidiki kasus pembuangan bayi itu. Ia menduga bahwa bayi tersebut bukan berasal dari warga Desa Jatikerto atau Kromengan.
“Namun yang terpenting saat ini, bayi sudah dalam penanganan yang tepat. Kalau untuk urusan adopsi, silakan berhubungan dengan Dinas Sosial Propinsi Jatim,” paparnya. Ia memperkirakan, bayi itu dibuang setelah satu jam dilahirkan.
Sementara itu, perangkat kecamatan yang melihat bayi ini, spontan memberi nama Abimanyu. “Sudah saya laporkan ke Dinsos dan pimpinan. Kami lihat kondisi bayi untuk memastikan laporan dari masyarakat,” tambah Sekcam Kromengan, Joanico Da Costa. (eri/mar)

Berita Lainnya :

loading...