magista scarpe da calcio Pembuang Bayi Jatikerto Diharap Serahkan Diri


Pembuang Bayi Jatikerto Diharap Serahkan Diri



MALANG - Aparat Polsek Kromengan terus melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku pembuangan bayi di Dusun Jatikerto, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Selasa (5/9) lalu. Meski pelaku belum ditemukan, Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan menegaskan jika pihaknya akan serius menangani kasus ini.
”Kita usahakan pelaku harus bisa terungkap dan itu menjadi atensi kami di Polsek, karena di wilayah ini, kasus ini merupakan yang pertama kalinya,” ujar AKP Okta Panjaitan kepada Malang Post.
Ia mengaku sudah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan penyisiran, terutama mendata masyarakat sekitar wilayah tempat pembuangan bayi untuk mencari identitas pelaku.
“Kami sudah langsung gerak cepat setelah penemuan bayi, diantaranya bekerja sama kepala desa untuk pendataan dan mencari informasi dari masyarakat jika menemukan keanehan di sekitarnya,” ungkapnya.
Dituturkan Okta Panjaitan, jika dalam melakukan penyisiran dan mencari pelaku pembuangan bayi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
“Tentunya dalam mencari pelaku kita membutuhkan waktu dan proses. Saya juga tidak bisa memastikan. Yang terpenting kita sudah melaksanakan dengan maksimal,” terangnya.
Selain itu, ia mengakui jika tidak banyak personil yang dimilikinya, sehingga membutuhkan waktu. Ia juga berharap adanya pengakuan dari orangtua yang tega membuang bayinya tersebut.
Setidaknya dengan mengakui, ada keringanan hukuman. Karena jika nanti pelaku tertangkap, dalam hal ini adalah ibunya yang membuang bayi baru ia lahirkan, maka ancaman pidananya akan dijerat Pasal 308 KUHP. Adapun ancaman pidana maksimum lima tahun enam bulan.
Seperti diketahui, bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan Samin, 60 tahun, warga Gang Punden RT 22 RW 3 Dusun Jatikerto, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Selasa (5/9).  Nyawa bayi bernama Abimayu terselamatkan. Abimanyu, ditemukan dalam plastik kresek hitam dan dibungkus kain di pinggiran jalan sebelum jembatan sungai biru dekat Argo Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto.
Bayi diperkirakan dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan itu memiliki berat badan 3,1 kilogram dan panjang 50 centimeter. Saat ini dirawat di Puskesmas Kromengan.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Sri Wahyuni Pudji Lestari saat dihubungi Malang Post menjelaskan, jika bayi tersebut dalam keadaan aman dan sehat. Ditambahkannya, jika saat ini telah ada sekitar 35 calon orangtua yang telah mendaftar untuk mengadopsi.
“Sudah banyak yang ingin mengadopsi, namun untuk mengadopsinya tidak mudah. Dimana proses pemilihan orang tua sangat selektif. Sebelumnya pemerintah akan membentuk tim untuk mengecek kelayakan orang tua asuhnya. Mulai dari pengajuan permohonan ke Dinas Kesehatan Provinsi, kemudian dilakukan survey dari Dinas Kesehatan kepada pemohon hingga tes kejiwaan. (eri/jon)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top