Biadab, Bayi Dibuang Lagi



MALANG – Sungguh biadab. Lagi-lagi, bayi dibuang begitu saja. Sekitar pukul 07.30 WIB, warga Jalan Candi III yang berada di sekitar sungai Karangbesuki pun heboh. Satu persatu, warga keluar dari rumah dan menuju areal sungai yang ditutup dam. Bau busuk menguar di sekitar lokasi. Mayat bayi manusia yang diduga baru lahir, tampak mengambang di sungai dengan kondisi mengenaskan.
Ketua RT 02 RW 03 Karangbesuki, Rochim, 57 tahun kaget saat salah satu warganya berteriak menemukan bayi dalam kondisi mengenaskan. “Pak RT, Pak RT, saya temukan mayat di sungai belakang pak,” pekik pria yang mengaku pencari lumut di sungai. Kontan saja, Rochim langsung datang lokasi, sembari melapor ke Polsek Sukun dan tim SAR.
Seluruh tubuhnya sudah melepuh dan dikelilingi lalat. Luka terparah adalah di area kemaluannya. Sehingga, jenis kelamin mayat bayi ini belum bisa teridentifikasi secara kasat mata. Dari informasi yang dihimpun, warga yang lapor ke RT tersebut sedang asyik mencari lumut di pinggir sungai.
Sembari memburu lumut, pria tersebut melihat di area yang dipenuhi sampah. Ternyata, di antara tumpukan sampah dia melihat mayat bayi yang membusuk. “Saya langsung datang ke lokasi, dan memang benar itu bayi. Saya lihat ada bagian tubuhnya yang sudah hilang atau rusak,” kata Rochim kepada wartawan.
Tak lama, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas Polsek Sukun dan relawan SAR mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Pihak Polsek Sukun, menunggu kedatangan tim Inafis Polres Makota pimpinan Kanit Ipda Subandi untuk melakukan identifikasi mayat. Dugaan sementara, mayat bayi terdampar di sungai selama tiga hingga empat hari.
Sebab, kondisi tubuh bayi yang melepuh dan mengeluarkan bau tak sedap, memperkuat dugaan tersebut. Setelah Polsek Sukun mengumpulkan keterangan, tim relawan SAR mengevakuasi mayat tersebut ke kamar mayat RSSA Malang. Pihak kepolisian masih belum menentukan asal muasal mayat bayi ini.
Polisi juga belum menentukan modus operandi terbunuhnya bayi tersebut, apakah dijatuhkan ke sungai hidup-hidup, atau dimatikan dulu baru dibuang. Polisi menyelidiki kemungkinan motif pembunuhan bayi tersebut sebagai anak yang tak diinginkan oleh orangtuanya. Namun, pihak berwajib menunggu hasil visum mayat di RSSA Malang.
Kapolres Makota, AKBP Dr Hoiruddin Hasibuan, SH, MH, melalui Plh Kapolsek Sukun, Kompol Toyib Subur SH, menegaskan kepolisian masih mengumpulkan keterangan terkait jenazah. “Kami masih lidik,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :

loading...