Awas, Pencuri Modus Mutasi Sekolah



MALANG – Pencurian modus baru kini menghantui sekolah-sekolah di wilayah Kota Malang. Terbukti, beberapa sekolah  mengalami pencurian dengan mudus baru. Kemarin pagi, guru TK Negeri Pembina 2 Jalan LA Sucipto gang makam, Kalisari-Pandanwangi, kemalingan tiga handphone.
Modusnya pun terhitung berani. Pelaku wanita membawa anak, lalu berdalih ingin mutasi putranya ke TK tersebut. Saat guru di TK lengah, dia menggondol tiga handphone lalu kabur.
Aksi ini dilanjutkan lagi di SMPN 24 Malang, yang terletak bersebelahan dengan TK Pembina 2. Hal ini diungkapkan oleh Staf TU SMPN 24 Malang, Indah, 28 tahun. “Saya pun didatangi orang itu, dia mengakunya mau memutasi anaknya ke SMPN 24 Malang. Tapi saya bilang maaf kuota sudah penuh, lalu dia pergi,” kata Indah kepada wartawan, sore kemarin.
Pagi kemarin, sekitar pukul 08.30 WIB, seorang wanita berkerudung oranye, berhidung mancung dan berkulit putih, berusia sekitar 30 tahun, datang ke TK Negeri Pembina 2. Dia membawa tas slempang. Langkahnya semakin meyakinkan dalam menjalankan modus, karena dia menggandeng anak kecil dengan usia sekitar 3-4 tahun.
Setelah itu, dia menemui guru TK Negeri Pembina 2. “Dia bilang berasal dari luar kota, Bondowoso, mau memasukkan anaknya ke TK itu,” kata Indah.
Karena senang menerima calon siswa baru, sang guru pun cepat-cepat menuju ruang kepala TK untuk memberi kabar. Sang guru TK lengah karena di ruangan tersebut tidak ada orang lain lagi.
Akhirnya, ketika guru TK ini meninggalkan ruangan dan si pelaku berada seorang diri, tiga handphone yang tergeletak di meja-meja TU, langsung disambar. Tanpa pamit, pelaku melarikan diri. Uniknya, dia terhitung tak terburu-buru meninggalkan area tersebut. Pelaku malah melenggang ke SMPN 24 Malang sembari membawa motor.
“Dia sempat dihentikan satpam. Tapi, karena dia bilang mau tanya-tanya soal memutasi anaknya ke SMPN 24, akhirnya dipersilakan masuk. Saat itu, dia tanya mau mutasi anaknya. Tapi, ketika berada di ruangan saya selama kurang lebih satu menit, dia tampak gelisah dan terengah-engah,” ungkap Indah.
Setelah gagal melancarkan aksinya di SMPN 24 Malang, dia lalu meninggalkan lokasi. Tak lama, tiga guru TK Negeri Pembina 2, yakni Rahayu, Yeni Yuliawati dan Islamiyah, datang ke SMPN 24 Malang untuk mempertanyakan apakah ada wanita yang ngaku ingin memutasi anaknya ke sekolah itu.
“Dari situ kami tahu bahwa dia tidak ingin mutasi anak, tapi mengambil handphone dan barang berharga yang ada di meja saat guru atau petugas TU lengah. Pihak Polsek Blimbing sudah datang ke sini untuk cek CCTV. Tapi, saat kejadian, kebetulan CCTV rusak,” sambungnya.
Sementara itu, dari keterangan yang dihimpun di lokasi lain, ada beberapa sekolah lain yang jadi korban dengan modus yang sama dengan pelaku berbeda.
Kadindik Kota Malang, Zubaidah membenarkan bahwa sudah ada korban kemalingan dengan dalih mutasi anak. “Kami harap lembaga pendidikan waspada, karena dijadikan sasaran kejahatan pencurian. Modusnya orangtua berlagak ingin memutasi anaknya. Lalu berkeliling melihat situasi dan kondisi sekolah,” ujar Zubaidah.
Menurutnya, pelaku berkeliling untuk mencari sasaran barang berharga seperti tas, dompet dan handphone. Para kepala sekolah di Kota Malang, sudah menerima informasi ini sejak seminggu lalu. Kepala SDN Kidul Dalem 1, Irina Rosemaria tak menampik bahwa dia sudah dengar tentang imbauan Kadindik. “Sudah dengar, dan katanya banyak sekolah yang jadi korban, semoga pelakunya segera tertangkap,” katanya.
Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, lewat Kasubag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni, mengharap guru atau pihak sekolah yang jadi korban modus ini, melapor ke SPKT.
“Dengan adanya laporan, kita bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami arahkan untuk melapor ke Polres Makota, atau Polsek terdekat,” tegas Heni.(fin/jon)

Berita Lainnya :

loading...