magista scarpe da calcio Lagi, KPK Panggil 5 Anggota Dewan


Lagi, KPK Panggil 5 Anggota Dewan



MALANG - Setelah tenang sekitar dua minggu terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia mulai kembali melanjutkan proses penyidikan dugaan korupsi yang terjadi di Kota Malang. Informasi yang didapat Malang Post, KPK memanggil lima anggota DPRD Kota Malang dengan jadwal pemeriksaan sebagai saksi, hari ini dan Senin (11/9).
Lima orang wakil rakyat tersebut yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang yang saat ini berstatus tersangka Moch Arief Wicaksono, anggota Komisi A Subur Triono, Wakil Ketua Komisi B Sahrawi Yazid, anggota Komisi C Heri Subiantono dan anggota Komisi B Mohan Katelu.
Kelima anggota DPRD Kota Malang ini dijadwalkan diperiksa pukul 10.00 WIB di Kantor KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta. Informasi ini dibenarkan oleh Heri Subiantono, anggota Komisi C DPRD Kota Malang yang turut menjadi salah satu anggota dewan yang akan diperiksa. Seharusnya Heri diperiksa Kamis (7/9), namun karena ia baru mendapat pemberitahuan kemarin, ia tidak bisa memenuhi panggilan tersebut.
“Sebenarnya, surat datang Rabu),” cerita Heri saat dikonfirmasi Malang Post, Kamis (7/9).
Oleh karena itulah, Heri kemudian menghubungi pihak KPK dan mendapatkan jadwal pemeriksaan ulang yakni Senin (10/9) pekan depan.  “Saya dipanggil KPK sebagai saksi atas dugaan suap yang dilakukan kepala dinas PU terhadap ketua dewan Arif Wicaksono dalam APBD-P tahun 2015,” papar Heri.
Lebih jelas, Heri menerangkan, bunyi perihal surat pemanggilannya disebutkan, ia dipanggil sebagai saksi untuk didengar keterangannya dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh tersangka Moch Arief Wicaksono selaku Ketua DPRD Kota Malang, yakni dengan menerima hadiah atau janji terkait pembahasan APBD-P 2015 dari tersangka Jarot Edy Sulistyono.
Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Malang ini menegaskan, dirinya belum pernah diperiksa sebelumnya. Ia pun mengaku tidak mengetahui siapa lagi anggota dewan yang akan diperiksa bersamaan dengannya.
“Yang jelas, saya dijadwal ulang senin itu. Tidak disuruh bawa dokumen apa-apa. Hari Minggu saya berangkat memenuhi panggilan ke Jakarta,” pungkas Heri.
Konfirmasi lain soal pemanggilan anggota DPRD Kota Malang kembali ke KPK juga ditelurkan oleh anggota Komisi A DPRD Kota Malang Subur Triono. Ia membenarkan saat ditanya mengenai kebenaran pemanggilannya hari ini pukul 10.00 WIB.
Ia mengaku, dirinya baru saja landing di Jakarta, saat dikonfirmasi Malang Post. Pemanggilan hari ini menjadi pemanggilan Subur yang ke tiga kalinya oleh KPK terkait dugaan korupsi di pemerintahan Kota Malang.
“Iya ini sudah di Jakarta. Besok (hari ini) benar dipanggil jam 10 pagi,” tuturnya kemarin.
Ia mengungkapkan, dia dipanggil sebagai saksi terkait hal sama seperti dua proses pemeriksaan sebelumnya yang ia jalani. Ia diinstruksikan datang ke kantor KPK untuk memberi keterangan seputar proses APBD-P tahun 2015 yang akhirnya menyeret dua pejabat Kota Malang sebagai tersangka.
“Kemungkinan sama. Saya tidak tahu lagi kenapa dipanggil, yang jelas masih sebagai saksi,” tandasnya. Subur pun mengungkapkan dirinya tidak mengetahui anggota dewan mana saja yang juga akan diperiksa kembali.
Sementara itu, Sahrawi Yazid dan Mohan Katelu yang juga dijadwalkan diperiksa KPK hari ini, tidak dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Saat Malang Post mencoba menelpon, nomor ponsel keduanya dalam keadaan tidak aktif.
Begitu pula dengan kuasa hukum M Arif Wicaksono, Andy Firasadi yang juga tidak merespon sambungan telpon, SMS dan pesan WhatsApp Malang Post terkait kebenaran informasi pemanggilan Arief kembali ke KPK. (ica/han)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang