magista scarpe da calcio Mobil Jebol Tembok Kantor BPN


Mobil Jebol Tembok Kantor BPN



MALANG – Mobil Grand Livina nopol B 1384 KKT menabrak pagar tembok kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang, pagi dini hari kemarin pukul 02.00 WIB. Akibat tabrakan ini, tembok pagar kantor BPN Kabupaten Malang rusak. Mobil tersebut, lalu diamankan ke kantor Unit Laka Jalan Dr Cipto.
Dari keterangan yang dihimpun, mobil tersebut bergerak dari arah Dieng menuju arah timur hendak menuju Jalan Simpang Wilis. Namun, belum sempat membelok ke jalur kiri, mobil tersebut menabraki pot-pot besar di luar pagar hingga hancur. Mobil ini baru berhenti setelah menabrak pagar tembok kantor BPN.
Akibatnya, tembok kantor jebol. Salah satu petugas relawan yang datang ke lokasi, menyebut bahwa pengemudi dalam pengaruh alkohol. “Setelah menabrak tembok, pengemudi malah pindah ke bangku belakang untuk tidur. Teman pengemudi, lalu minta tolong agar menemani pengemudi yang tertidur pulas itu,” ujarnya kemarin.
Dugaan mobil tersebut dikendarai pengemudi yang mabuk, dibantah oleh Kanit Laka Satlantas Polres Makota, Iptu Budi Junaedi. Menurut Junaedi, pengemudi dalam kondisi kurang fit.
“Saya tidak terima laporan dari anggota bahwa pengemudi mabuk. Ini jenis laka tunggal, tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini,” tandas Junaedi kepada wartawan, sore kemarin.
Setelah tabrakan ke tembok, mobil yang sudah rusak berat di bagian depan ini, digelandang ke kantor Unit Laka pukul 04.00 WIB. Menurut perwira yang pernah bertugas di Pasuruan tersebut, mobil mengalami kecelakaan karena hilang kendali di area pertigaan itu. Mobil melewati jalan Wilis yang lebih banyak penerangan sebelum menabrak dinding tembok pagar kantor BPN Kabupaten Malang.
“Mobil kehilangan kendali, setelah dia mengambil jalan dengan lebih banyak penerangan,” kata Junaedi.
Sementara itu, pihak BPN Kabupaten Malang sudah mengetahui bahwa ada sebuah mobil yang menabrak pagar kantornya. Kepala BPN Kabupaten Malang, Masduki menyebut, kantor BPN meminta ganti rugi dari pengemudi yang menabrakkan mobilnya ke pagar.
“Kami sudah diinformasikan pihak Polres Makota. Tapi, kami tetap akan meminta ganti rugi kepada pengemudi, karena pagar tembok itu kan sudah masuk aset negara. Kalau merusak ya harus mengganti,” tutur Masduki, dikonfirmasi Malang Post terpisah, sore kemarin.(fin)

Berita Terkait

Berita Lainnya :