Subur Dicecar 31 Pertanyaan, Diperiksa Selama 5,5 Jam


MALANG – Dua dari lima anggota DPRD Kota Malang tidak memenuhi panggilan KPK RI Kamis (7/9). Mereka bahkan meminta agar KPK menjadwal ulang waktu pemeriksaan. Keduanya justru memilih mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD bersama Wakil Wali Kota Malang, Jumat (8/9).
Sahrawi Yazid merupakan satu dari lima anggota DPRD Kota Malang yang dipanggil tim penyidik KPK untuk dimintai keterangan. Sahrawi tidak memenuhi panggilan tersebut. Ia bersama dengan Heri Subiantono yang juga anggota DPRD Kota Malang, keduanya hadir dalam rapat paripurna  DPRD Kota Malang kemarin. Sahrawi duduk di sisi kanan barisan kursi kedua dari depan bersama dengan Abdul Hakim.
Sedangkan Heri kemarin tampak duduk di deretan kursi sebelah kiri, bersama anggota DPRD lainnya. Baik Sahrawi ataupun Heri sama-sama serius mengikuti rapat dengan agenda Jawaban Wali Kota Malang Terhadap Pandangan umum Fraksi Ranperda Tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2017 dan tanggapan balik fraksi, ini.
Jika para anggota DPRD lainnya, beberapa kali terlihat keluar masuk ruang sidang, tempat rapat digelar. Keduanya sama sekali tak meninggalkan tempat duduk selama rapat. Keduanya baru berdiri dan meninggalkan tempat duduknya masing-masing setelah rapat yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Malang H. Sutiaji dan tiga Wakil Ketua DPRD Kota Malang ini selesai.
Sebelumnya, Malang Post sempat konfirmasi kepada Heri. Dia membenarkan jika dirinya diperiksa tim penyidik KPK, sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono. Bahkan, Heri juga menyebutkan, sejatinya dia diperiksa Kamis (7/9) lalu. Tapi karena surat panggilan baru diterima Kamis (7/9) siang lalu, Heri pun buru-buru melakukan konfirmasi kepada tim penyidik, yang kemudian meminta pemeriksaan dilakukan pada hari Senin (11/9) mendatang.
Demikian juga Sahrawi. Ditemui Malang Post usai rapat kemarin, mengakui jika dia dipanggil tim penyidik KPK untuk dimintai keterangan. ”Katanya surat ini sampai hari Rabu (6/9) lalu. Tapi entah bagaimana ceritanya baru saya terima kemarin jam 11.00. Padahal pada surat itu tanggal pemeriksaannya adalah Kamis (7/9),’’ urainya.
Dia pun langsung melakukan konfirmasi kepada tim penyidik KPK. ”Saya dan pak Heri yang melakukan konfirmasi ke KPK, dari konfirmasi itu saya meminta Senin (11/9) nanti untuk diperiksa,’’ ucapnya.
Ditanya sebagai apa dia diperiksa, politisi PKB ini mengaku sebagai saksi. Dia dimintai keterangan penyidik untuk tersangka mantan Ketua DPRD Kota Malang yakni Arief Wicaksono. ”Lha kalau materinya ya ndak tahu, kan belum diperiksa,’’ tambahnya.
Wakil Ketua Komisi B, DPRD Kota Malang ini sendiri mengaku siap, dan dia pun berjanji akan mengatakan sejujur-jujurnya sesuai dengan yang diketahui.
”Kalau anggota lainnya siapa saja saya tidak tahu. Memang saya dengar ada anggota lain yang katanya diperiksa hari ini, tapi saya tidak paham,’’ katanya.
Sahrawi sendiri baru kali pertama ini dimintai keterangan KPK.  
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Malang Bambang Suharijadi mengaku tidak tahu jika ada anggota DPRD Kota Malang yang diperiksa KPK. Berdalih dari luar kota, Bambang mengaku mengetahui kabar tersebut. Namun demikian, Kamis (7/9) lalu, dua anggota DPRD Kota Malang yakni Mohan Katelu dan Subur Triono sempat menghadap dirinya dan memberitahu hendak ke Jakarta.
”Kemarin cuma mengatakan akan ke Jakarta, itu saja. Tidak ada alasan disampaikan,’’ katanya.  
Alasan senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Malang H. M. Zainudin, Ditemui Malang Post, Zainudin mengaku tidak tahu ada anggotanya yang diperiksa KPK. Alasannya dia tidak menandatangani surat izin dari anggota dewan. Tapi demikian, jika Sahrawi dan Heri diperiksa, dikatakan Zainudin adalah wajar. Itu karena keduanya merupakan anggota Banggar.
”Karena kasusnya menyangkut ketua dewan, jadi seluruh anggota banggar juga diperiksa. Pak Sahrawi juga demikian, dia dimintai keterangan juga sebagai saksi,’’ tandasnya.
Sementara itu, Subur Triono salah satu anggota DPRD Kota Malang kemarin mengaku diperiksa selama 5,5 jam. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini diperiksa mulai pukul 10.00 hingga pukul 17.30.
”Iya ini baru selesai, sekarang lagi makan,’’ katanya.
Anggota komisi C ini sendiri menyebutkan pemeriksaan kemarin materinya masih sama, yaitu terkait dengan pembahasan APBD perubahan tahun 2015, dan penekanannya pada proyek pembangunan jembatan Kedungkandang.
Beberapa pertanyaan penekanan yang ditanyakan penyidik adalah alasan pembangunan jembatan Kedungkandang bersifat multi years.
”Penyidik tadi pertanya kenapa jembatan Kedungkandang dibangung dengan anggaran multi years, dan beberapa pertanyaan lain soal proyek pembangunan jembatan Kedungkandang,’’ ucapnya.
Apakah tim penyidik juga menanyakan tentang uang yang diterima Arief Wicaksono? Subur menjawab dengan tertawa. ”Opo sih,’’ katanya berulang kali.
Tapi saat pertanyaan itu kembali diulang oleh Malang Post, Subur mengatakan tidak ada pertanyaan itu. ”Ya, kami sendiri tidak tahu itu bagaimana, betul kami tidak tahu,’’ katanya.
Subur mengatakan, dia diperiksa penyidik dengan menjawab 31 pertanyaan. Semua pertanyaan penyidik dijawabnya dengan gamblang. Dia sendiri tidak tahu apakah ada pemeriksaan lanjutan atau tidak, karena belum ada pemberitahuan.
”Insya Allah besok pagi pulang ke Malang,’’ ucapnya. Subur mengatakan selain dirinya yang diperiksa KPK adalah Mohan Katelu. Tapi demikian, karena tidak satu ruangan, Subur mengaku tidak tahu materi pertanyaan yang diberikan penyidik kepada Mohan.
Ditanya apakah ketemu Arief Wicaksono? Subur mengatakan tidak. Yang pasti, saat dia datang ke KPK, dirinya langsung masuk ke ruangan penyidik. Subur mengaku sempat istirahat untuk salat. Tapi demikian, dia kemudian kembali ke ruang penyidikan usai salat. ”Saya gak ketemu. Ruangannya kan beda,’’ tandas Subur.
Sementara itu, Andi Wirasadi SH selaku penasihat hukum Arief Wicaksono. Saat Malang Post menghubungi nomor ponselnya, terdengar nada sambung, tapi kemudian dimatikan. Andi juga tidak membalas pesan yang dikirimkan Malang Post ke nomor ponselnya.(ira/ary)

Berita Lainnya :

loading...