Diganjar Enam Tahun, Penjual SS Langsung Lemas

 
MALANG – Warga Dusun Gondang, Desa Tegalgondo Karangploso, Nur Robbi, 30 tahun, harus mendekam di penjara selama enam tahun. Dia diputus bersalah oleh PN Malang setelah terbukti menawarkan sabu-sabu dan menguasai pil ekstasi. Dengan penuh penyesalan, Robbi sekarang sudah menghuni LP Lowokwaru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Keputusan menghukum Robbi dengan enam tahun penjara, ditegaskan ketua majelis hakim persidangan kasus ini, yakni Martaria Yudith K, SH MH. Dalam putusan yang juga dimusyawarahkan dengan hakim anggota Intan Tri Kumalasari SH dan Sugiyanto SH, Martaria menghukum Robbi, lebih ringan dari tuntutan jaksa Eni Setiani SH yang menuntut 7 tahun prodeo.
“Menyatakan terdakwa Nur Robbi terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menjual, menjadi perantara dalam jual beli narkotika bukan tanaman, dan tanpa hak memiliki dan menguasai narkotika bukan tanaman,” kata Martaria, saat sidang putusan.
Mendengar putusan ini, Robbi hanya bisa tertunduk lemas. Karena, pria yang kesehariannya bekerja sebagai satpam, tak bisa mengelak dari temuan barang bukti narkoba yang dimilikinya. Saat ditangkap Resnarkoba Polres Batu, Robbi menguasai tujuh butir ekstasi, uang hasil penjualan sabu senilai Rp 1,2 juta, ATM, buku tabungan, dua hape, sekrop dari sedotan plastik, satu bal plastik bening, dua korek gas, 1 sendok plastik, dan satu bong alat untuk nyabu.
Sebelum tertangkap, Robbi berniat transaksi narkoba setelah menerima telepon dari Eko Winarto yang ingin beli sabu senilai Rp 1,2 juta. Robbi menitipkan narkoba kepada Heru lalu menghubungi Eko untuk janjian ketemu di pos satpam perumahan Desa Tegalgondo.
Uang narkoba dititipkan kepada Heru, dan Eko akan menerima barang sabu-sabunya. Robbi mengaku mendapat sabu dan ekstasi dari DPO bernama Agus Kambing. Tapi, Eko belum sempat menikmati barang haram karena sudah diciduk dua personel Resnarkoba Polres Batu. Eko mengaku membeli narkoba dari Robbi.
Saat menggerebek rumah Robbi di daerah Tegalgondo, polisi menemukan tujuh butir ekstasi warna cokelat bentuk hati yang disimpan di saku baju di gantungan baju kamar. Barang bukti ini jadi kunci polisi menjebloskan Robbi ke meja hijau, sebelum diputus hukuman penjara 6 tahun.(fin/jon) 

Berita Lainnya :

loading...