Kejar DPO Penipuan Online

 
MALANG – Timsus Reskrim Polres Makota, masih terus melanjutkan perburuan terhadap tersangka lain kasus penipuan berkedok investasi online. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi Purnomo yang memimpin timsus penipuan online, menegaskan pihaknya sudah mengantongi identitas satu pelaku lain yang kini masuk daftar pencarian orang.
“Kita sudah lakukan penyelidikan lanjutan untuk meringkus DPO terduga pelaku lain,” kata Heru kepada wartawan di Polres Makota. 
Sebelumnya, timsus penipuan online Polres Makota, sukses mengungkap kasus besar penipuan berkedok investasi yang memanfaatkan akun Facebook dan nomor Whatsapp.
M Syaiful Arif, 31 tahun, warga Jalan Simpang Borobudur Utama, diduga jadi kreator skema penipuan berkedok investasi di grup Facebook. Dari pengembangan sementara, Reskrim berhasil mengungkap adanya puluhan korban yang menyetorkan uang kepada tersangka yang memakai alias Tri Atik dan Sari Dewi di Facebook.
“Tiap korban, menyetor secara bervariasi, ada yang Rp 50 juta, ada Rp 15 juta, ada yang Rp 100 juta bahkan Rp 150 juta. Sayangnya, masih ada mereka yang tidak merasa jadi korban. Karena sampai sekarang mereka masih yakin akan menerima buah ‘investasi’ itu,” tambah perwira dengan tiga balok emas di pundak itu.
Dia menduga, jumlah korban bisa lebih dari 50 orang jika menilik jumlah perputaran transaksi yang mencapai Rp 2,5 miliar. Para korban akan mulai curiga terhadap investasi ini, setelah janji dari para pelaku penipuan tidak bisa terealisasi, kata Heru.  Mantan Kasatreskrim Polres Gresik ini mengatakan, Polres Makota mengantongi lebih dari dua nama.
Mereka diduga terlibat sebagai mastermind dalam penipuan online skala besar tersebut. Karena, Syaiful yang kesehariannya adalah guru honorer SD di daerah Polehan, diduga tidak bekerja sendiri. Heru menyebut, ada aliran dana mengarah kepada rekening para tersangka yang kini sedang ditelusuri.
“Kita melacak lewat jejak digital yang ditinggalkan para tersangka dari transfer antar rekening, serta mengkloning hape tersangka yang sudah tertangkap. Kita lacak bahwa ada aliran dana yang ditransfer ke rekening tersangka lain dugaan penipuan,” sambung alumnus Akademi Kepolisian tahun 2006 ini.(fin)

Berita Lainnya :

loading...