Ngaku Pengganda Uang, Tilep Rp 20 Juta

 
MALANG – Faktor ekonomi sering kali jadi pemicu terjadinya tindak kejahatan. PN Malang kembali memutus kasus penipuan, berkedok penggandaan uang. Kali ini, hakim Dina Pelita Asmara SH MH, menjatuhkan vonis 22 bulan penjara, karena Sudarmono, alias Bambang, 50 tahun warga dusun Pundensari, Rejotangan, Tulungagung, terbukti menipu korban bernama Ketut Arya Sedana.
“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana penipuan, dan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan terhadap terdakwa,” kata Dina dalam amar putusan nomor 254/Pid.B/2017/PN Mlg, yang diputus akhir Agustus, dan diunggah awal September 2017 ini.
Kisah Sudarmono nyaru dukun pengganda uang, berawal dari kesulitan ekonomi yang diawali Ketut Arya Sedana, pria asal Bali. Ketut Arya, berkeluh kesah tentang masalah finansial kepada temannya asal Malang yang menginap di Bali, Heru Dwianda. Akhirnya, Heru memperkenalkan Ketut kepada Sudarmono yang saat itu memakai alias Bambang.
Tak lama, Ketut ditelepon oleh Bambang. Dalam percakapan telepon, Ketut sempat tidak percaya bahwa Bambang bisa menggandakan uang. Namun, Bambang mengelabui Ketut dengan menyebut bahwa dia pernah menggandakan uang untuk jenderal di Pulau Sumatra. Karena kata-kata manis serta nada meyakinkan, Ketut terbuai lidah Bambang.
Akhirnya, Ketut yang sudah terjerat, berupaya mencari utang ke orang lain, dan mengumpulkan Rp 10 juta. Bambang alias Sudarmono, menelepon korban lagi dan menyebut bahwa dia bisa menggandakan uang Rp 20 juta menjadi Rp 100 juta. Sehingga, dia meminta Ketut mencari uang lagi agar uang yang akan digandakan, menjadi genap.
Setelah berupaya keras utang ke mana-mana, Ketut berhasil mengumpulkan Rp 20 juta, dan berangkat ke Malang, dan membawa satu teman. Dia bertemu dengan Sudarmono di Jalan H Agus Salim, dan makan di RM Padang di belakang pos Mitra 1 Malang. Awalnya, proses penggandaan uang akan dilakukan di Hotel Santoso depan Pendopo Kabupaten Malang.
Namun, Sudarmono memaksa untuk meminta uang Rp 20 juta sebagai panjar pengandaan, saat itu juga.
Sesudah terima uang, Sudarmono menyerahkan bungkusan yang menyebut uang tersebut adalah hasil penggandaan. Dia meminta Ketut ke Hotel Santoso, untuk menunggu kedatangan anak buahnya dan membuka bungkusan itu di kamar hotel. Sudarmono pamit sembari membawa Rp 20 juta, sedangkan Ketut masuk mobil dan membuka bungkusan itu.
Betapa kagetnya dia bahwa bungkusan itu berisi uang mainan bergambar Upin-Ipin. Tidak ada uang Rp 100 juta seperti yang dijanjikan terdakwa. Ketut pun langsung melapor ke Polres Makota. Bambang alias Sudarmono langsung ditahan Reskrim Polres Makota, dan kini mendekam di LP Lowokwaru. Sudarmono sebelumnya sudah pernah dihukum karena kasus penipuan.(fin/jon)

Berita Lainnya :

loading...