Pengedar Narkoba Cederai Polisi

 
MALANG – Pelaku pengedar narkoba yang satu ini sungguh keterlaluan. Ketika hendak ditangkap polisi, justru melakukan perlawanan dan menabrak polisi yang hendak menangkapnya. Akibatnya, satu anggota Reserse Narkoba Polres Makota Brigadir Sumarji, 37 tahun, mengalami luka-luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di RS Panti Nirmala. Sumarji harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita dislokasi sendi bahu kiri, patah tulang paha kiri, patah tulang kering kiri, serta patah lengan kiri.  
Korban ditabrak ketika membekuk pria diduga pengedar, Aan Axisal, 25 tahun, warga Jalan Sonokeling Nusa Indah, RT 05 RW 05, Ciptomulyo Sukun. Sedangkan Aan hanya mengalami lecet-lecet. 
Kasat Narkoba AKP Imam Mustaji mengatakan, kejadian ini berawal dari informasi yang diterima polisi tentang adanya rencana transaksi yang dilakukan oleh Aan.
“Tim Satresnarkoba terima informasi pelaku edarkan narkoba jenis sabu. Dia residivis narkoba, dihukum mulai Maret 2012 dan keluar Oktober 2015. Kami lakukan pengembangan penyelidikan dan akhirnya dapat info akan terjadi transaksi yang melibatkan pelaku,” kata Imam.
Akhirnya, pada 7 September 2017 lalu, Brigadir Sumarji membonceng motor Yamaha Mio bersama Bripda Nova Wiliams untuk membuntuti pelaku. Aan, diketahui berada di Jalan Sarangan sekitar pukul 22.00 WIB. Pelan-pelan, Sumarji menguntit Aan yang juga mengendarai Yamaha Mio.
Sumarji sukses mengendarai motornya tanpa membuat Aan curiga. Setelah kurang lebih satu jam berputar-putar, Aan mengarahkan motornya ke Jalan Kolonel Sugiono. Kedua polisi, memutuskan untuk menghentikan motor Aan dan melakukan tindakan penangkapan. Sayangnya, ketika Sumarji mendekat, Aan tidak mau menyerahkan diri.
Dia berupaya kabur ketika melihat ada motor yang dikendarai Sumarji dan Williams mendekat. Pria berijazah SMA ini juga melawan petugas ketika hendak ditangkap. Bukannya berhenti dan menyerahkan diri ketika disuruh minggir, Aan malah menyerempetkan motornya ke motor yang dikendarai Sumarji. 
“Pelaku tidak mau menyerahkan diri, dia malah ingin kabur dari penangkapan. Dia berusaha lari, dengan cara mendekatkan motornya ke anggota kami. Akibatnya, dua motor ini menabrak tiang telepon yang ada di dekat lokasi kejadian,” terang Imam. 
Sumarji terpelanting dan langsung mengalami luka berat berupa patah tulang. Aan juga tersungkur tapi hanya lecet. Beruntung, ada Williams yang dibonceng oleh Sumarji. Dia tidak mengalami luka dan mengamankan Aan. Williams memborgol Aan, lalu menghubungi Satnarkoba Polres Makota untuk meminta back up karena ada petugas terluka ketika menjalankan tugas.
Williams menggeledah Aan dan menemukan plastik klip yang diisolasi hitam. Saat dibuka, bungkusan ini berisi narkotika golongan satu bukan tanaman, yakni metamfetamina atau sabu, beratnya 1,9 gram.
Selain itu sebuah handphone Evercross yang diduga jadi alat komunikasi untuk transaksi barang haram, juga diamankan. Sedangkan Sumarji dibawa ke RS Panti Nirmala sesaat setelah back up datang dari mako. 
Bapak dua anak ini, dijenguk oleh Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, didampingi pejabat utama, seperti Wakapolres Makota, Kompol Nandu Dyananta. Hoiruddin bangga dan mengapresiasi kinerja serta semangat anggotanya dalam menjalankan tugas.
“Saya mengapresiasi dan berterimakasih atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga segera sembuh dan kembali berkiprah dalam membantu Polres Makota memberantas narkoba. Biaya pengobatannya ditanggung oleh kesatuan,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :