Kejar Jaringan Pengedar SS

 
MALANG – Polres Makota masih menggali keterangan dari tersangka diduga pengedar sabu-sabu, Aan Axisal, 25 tahun, warga Jalan Sonokeling Nusa Indah, Ciptomulyo-Sukun. Polisi meyakini Aan tidak bekerja sendiri dan terkait dengan jaringan narkoba yang beroperasi di Kota Malang. 
Kasatnarkoba Polres Makota, AKP Imam Mustaji, lewat Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni menegaskan Polres Makota terus menelusuri informasi baru terkait pelaku lain yang menyediakan sabu satu gram untuk Aan.
“Masih dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Heni di Polres Makota, kemarin.
Dari keterangan yang sudah dihimpun, Aan sampai sekarang masih bersikeras bahwa dia hanya memakai satu gram sabu untuk dirinya sendiri. Dia mengambil satu gram kristal meth ini setelah membongkar bungkusan yang diranjau di Jalan Sarangan. Aan lalu berkendara ke Jalan Kolonel Sugiono sebelum dibekuk.
Polisi meyakini, ada pengedar lain yang menyuplai barang untuk Aan. Jaringan tersebut, diduga kuat, berasal dari daerah Jatim bagian utara.
“Dikembangkan untuk membongkar jaringan. Penyelidikan tak berhenti di Aan,” sambung Heni. Polisi tidak begitu saja percaya dengan pengakuan Aan, bahwa satu gram sabu akan dipakai untuk diri sendiri.
Sebab, jaringan yang menggerakkan perdagangan sabu-sabu ini, memakai metode transaksi ranjau yang populer di kalangan pengedar narkoba saat ini. Aan terancam hukuman pidana minimal 4 tahun, karena dikenakan pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dia diduga, secara tanpa hak, menguasai atau memiliki narkotika golongan 1 bukan tanaman.
Sementara itu, Brigadir Sumarji, 37 tahun, mengalami luka parah setelah ditabrak oleh pelaku saat hendak melakukan penangkapan. Sumarji mengalami luka patah tulang di tiga bagian, yakni lengan, pangkal paha dan tulang kering.
Dua hari setelah kejadian penangkapan, Sumarji menjalani operasi untuk menyambungkan kembali tulang yang patah. Dia harus dirawat secara intensif karena luka patah tulangnya, terhitung berat. Bagian tulang pangkal pahanya patah berkeping-keping.
“Setelah menjalani operasi, Brigadir Sumarji dirawat intensif,” tambahnya. 
Sumarji adalah polisi bintara, yang bertugas selama 18 tahun. Dia pernah menjadi anggota Brimob, sebelum berkarir sebagai polisi umum, masuk satnarkoba dan jadi anggota tim buser.(fin/jon)

Berita Lainnya :

loading...