Ditemukan Gantung Diri di Hutan Pinus

 
MALANG - Setelah warga Dusun Tawang Sari, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading digegerkan dengan salah satu warganya yang memilih untuk menyelasaikan hidup dengan gantung diri. Kini terulang kembali dengan ditemukan laki-laki bernama Purni, 54 tahun, warga RT 07 RW 06 Dusun Gebuk Utara, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Minggu (10/9), kemarin.
Laki-laki paruh baya ini ditemukan tewas mengenaskan dengan lidah terjulur di lahan hutan pinus yang masih satu desa dengan tempat tinggalnya. 
“Korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di batang pohon kaliandra oleh salah satu warga. Saksi menemukan korban saat hendak pergi ke berkebun pada hari Minggu sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspita.
Setelah mengetahui adanya tubuh tanpa nyawa tergantung, lanjut Hadi, Nennok Hendriex Octa W, 30, yang merupakan saksi dan Kepala Dusun Gebuk Utara langsung bergegas melaporkan ke Polsek Lawang. Mendapat laporan itu pihaknya dengan cepat mendatangi TKP untuk kemudian melakukan riksa TPTKP dan mencari informasi ke saksi yang mengetahui kejadian. Serta mengidentifikasi dan mengevakuasi korban dari TKP.
Saat dilakukan identifikasi, diketahui Purni mengakhiri hidupnya dengan menggunakan tali tampar warna biru panjang kurang lebih 1,5 Meter dengan ikatan tali simpul hidup pada leher korban dan ikatan tali simpul mati pada batang pohon dengan jarak 1,02 Meter.
“Korban meninggal dunia saat ini masih diduga karena bunuh diri. Karena pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kematian, diantaranya lidah korban menjulur. Tidak benar jika korban meninggal karena dibunuh, karena tidak ditemukan bekas luka kekerasan pada fisik korban,” terangnya.
Setelah dilakuan pemerikasaan oleh pihak medis dari Bidan Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, korban rencananya akan dibawa ke RSUD Syaiful Anwar untuk dilakukan autopsi. 
“Namun karena pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan VER terhadap mayat korban. Sesuai dengan ketentuan kami meminta pihak keluarga untuk membuat surat pernyataan yang diketahui oleh kepala desa setempat,” pungkasnya. (eri/jon)

Berita Lainnya :

loading...