Ditemukan Pencari Ikan, Awalnya Dikira Boneka

 
MALANG - Penemuan mayat bayi laki-laki di Dusun Ketangi, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Minggu (10/9) sore lalu,  tak bisa dilupakan begitu saja oleh Sugiono, 36 tahun,  warga RT 39 RW 08 warga setempat. Dialah yang pertama kali menemukan bayi naas itu di dekat sungai.
Sore itu, tak biasanya laki-laki yang bekerja sebagai kuli bangunan itu menerima tawaran Wawan warga RT 02 RW 03, Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing dan Fiki Nurdiansyah yang bertetangga dengan Wawan. Keduanya, mengajak mencari ikan di sungai dengan cara menyetrum. Padahal biasanya ia cenderung memilih pulang ke rumah dan istirahat usai bekerja.
“Saya sendiri merasa aneh, kok mau-maunya saya diajak ke sungai berburu ikan sepulang kerja. Padahal biasanya saya menolak karena sudah merasa capek,” ungkapnya. 
Sugiono pun habis pulang kerja hanya mengenakan kaos berwarna biru dan celana pendek langsung mengambil alat setrum rakitan. Ketiganya pun berangkat pukul 16.00 WIB menuju sungai sebelah selatan di sekitaran rumahnya. 
“Saya memang menawarkan diri untuk turun sendiri ke sungai dan nyetrum ikan,” paparnya.
Kedua temannya pun menyetujuinya sehingga Wawan dan Fiki lebih memilih berdiam diri di bagian atas sungai. Sedangkan Sugiono turun ke sungai dan mencari ikan dengan cara menyetrumnya.
“Saya merasa aneh akan bau busuk yang menyengat ketika menceburkan diri ke sungai, namun saya tidak menggubrisnya. Dan tidak biasanya ikan di sungai banyak yang muncul ke permukaan. Jadi saya bisa membawa banyak ikan, namun hingga saat itu saya tidak menaruh rasa curiga atau apapun,”  kata Sugiono sambil mengingat kejadian yang baru dialaminya.
Sekitar satu setengah jam Sugiono memburu ikan alat setrumnya hingga akhirnya ia hendak menyudahi perburuannya. Saat hendak pulang inilah, ia pun melihat sosok bayi kecil tengkurap dan mengambang diantara sampah, ranting dan akar pohon. 
“Awalnya saya kira boneka, namun saya akhirnya meyakinkan diri bahwa sumber bau itu berasal dari boneka itu dan ketika melihat telapak kakinya, saya baru sadar bahwa itu adalah bayi” kenangnya.
“Sekitar jam 17.30 Sugiono naik menghampiri kami dengan wajah pucat sambil mengatakan bahwa ia menemukan bayi,” ungkap Wawan. 
Akhirnya mereka bertigapun turun dan mengevakuasi bayi tersebut. Jenis kelamin bayi malang tersebut baru dapat diketahui adalah laki-laki setelah kepala dusun dan warga membantu memandikan mayat bayi tersebut. 
Kondisinyapun sangat mengenaskan, dengan mata terbuka sebelah dan tanpa luka di sekujur tubuh. 
“Hanya ada luka di bagian punggung bawah, mungkin efek benturan ketika dilempar oleh ibunya. Semoga ibu laki-laki tampan itu mendapatkan ganjaran yang setimpal,” papar Sugiono.(mg1/jon)

Berita Lainnya :