Edarkan Pil Koplo ke Pelajar di Kepanjen

 
MALANG – Para orang tua harus ektra waspada terhadap peredaran barang-barang terlarang. Pasalnya, kini pengedar pil koplo menjadikan kalangan pelajar di wilayah Kecamatan Kepanjen dan sekitarnya menjadi sasarannya.
Hal itu terbukti ditangkapnya pengedar Pil double LL (Pil Koplo) yang dibawa Rendy Arif Purwanto, 28 tahun, warga Jalan Bromo, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (9/9) lalu sekira pukul 20.00 WIB. Rendy akan mengedarkan  ratusan pil koplo kepada para pelajar di Kepanjen.
Gerak cepat pun dilakukan Polsek Kepanjen setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang aktifitas dan gerik-gerik remaja yang meresahkan warga Desa Dilem itu. 
“Sebelumnya ada laporan tentang aktifitas remaja yang meresahkan masyarakat. Dari laporan tersebut, kita langsung tindak lanjuti. Yang kemudian berhasil menangkap dua remaja yang sedang melakukan transaksi obat keras jenis pil koplo,” ujar Kapolsek Kepanjen, Kompol Mas Akhmad Sujalmo kepada Malang Post.
Saat dilakukan penangkapan, pemuda ini mengaku baru pertama kalinya menjual obat-obatan terlarang itu. Dengan daerah yang disasar adalah wilayah Kepanjen. Sedangkan untuk target pembeli adalah kalangan pelajar.
Dalam modus operandinya, tersangka bertransaksi dengan pembeli yang bernama Sofyan. Dalam transaksi tersebut ditemukan barang bukti Pil double L sebanyak 106 butir. 
“Setelah penangkapan tersebut dilakukan penggeledahan pada Rendy. Ternyata tersangka masih menyimpan stok Pil koplo yang belum terjual sebanyak 470 butir atau sebanyak 20 bungkus,” terang Sujalmo.
Selain ratusan barang bukti Pil koplo, polisi juga mengamankan dua botol tempat Pil LL, 350 plastik klip kosong, uang Rp 30.000 dan tas cangklong hitam yang digunakan sebagai wadah. Sementara itu dari informasi yang didapat setelah pemeriksaan, tersangka masih baru pertama kalinya terjun sebagai pengedar.
“Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya karena telah menyalahgunakan dan menjual obat-obatan terlarang, tersangka akan dikenai pasal 112 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 197. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun,” tegas Sujalmo. (eri/jon)

Berita Lainnya :

loading...