Undangan Nikah Sudah Disebar, Kabur dari Rumah


MALANG – Jumat (8/9) lalu sebetulnya hari bahagia Halimah Oktaviani alias Vivi. Gadis kelahiran 17 Oktober 1996 ini, seharusnya melangsungkan resepsi pernikahan. Namun rencana tersebut terpaksa tertunda, karena Vivi kabur meninggalkan rumah sejak 19 Agustus lalu.
Hingga kemarin, warga Jalan Lolaras, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung ini, belum pulang. Keluarga sama sekali tidak ada yang tahu dimana keberadaanya. Karena khawatir, kemarin langsung melaporkan ke Polsek Sumberpucung.
Kapolsek Sumberpucung, AKP Sri Widyaningsih, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini pihaknya masih menyelidiki dimana keberadaannya.
“Laporannya sudah kami terima. Dari keterangan orangtuanya kabur sejak 19 Agustus lalu, dan tanggal 8 September lalu, rencananya menikah,” terang Sri Widyaningsih.
Vivi adalah anak sulung dari dua bersaudara pasangan Suroto dan Veni Utami. Ia tinggal di rumah bersama dengan ayah serta adiknya. Sedangkan ibunya bekerja merantau ke Taiwan.
Suroto mengaku, Vivi meninggalkan rumah sejak 19 Agustus. “Kemana perginya saya tidak tahu, karena tidak pamitan. Saya sudah mencari kemana-mana namun tidak ketemu,” ungkap Suroto, ayah Vivi kepada Malang Post ketika dikonfirmasi.
Menurut Hadi, pamannya, Vivi pergi meninggalkan rumah pagi hari. Tidak ada satupun keluarga atau tetangga yang tahu. Saat kabur, ayahnya sedang mengantarkan anak keduanya pergi ke sekolah. Namun ketika pulang, Vivi sudah tidak ada di rumah dan hingga kemarin tidak diketahui keberadaannya.
“Kami sudah laporan ke polisi tadi (kemarin, red), dan berharap Vivi supaya cepat ketemu. Kalau memang dia dibawa kabur oleh orang, keluarga berharap supaya pelakunya diproses sesuai hukum,” jelas Hadi.
Diterangkannya, pada awal Agustus lalu Vivi dilamar oleh Sigit. Pria ini adalah kekasih Vivi. Lamaran itupun diterima oleh Vivi, hingga akhirnya diputuskan untuk pernikahan digelar pada 8 September. Segala persiapan sudah dilakukan serta undangan pun juga tersebar.
Namun selang beberapa hari setelah lamaran, Vivi diketahui baru saja keluar dengan seorang laki-laki. Keluarga mengetahui, karena Vivi mendapat hadiah boneka serta jaket. Ketika ditanya Vivi, mengatakan kalau hadiah itu didapat dari teman laki-lakinya yakni Erik, warga Desa Permanu, Pakisaji.
Lantaran Vivi sudah bertunangan dan mau menikah, keluarga pun lantas menyelesaikan permasalahan itu. Akhirnya Vivi tetap memutuskan untuk menikah dengan Sigit.
“Namun ternyata Vivi masih berhubungan dengan Erik. Pada tanggal 15 Agustus, Vivi sempat komunikasi dengan Erik menggunakan HP milik adiknya,” tutur Hadi.
Sehari sebelum kabur pun, lanjut Hadi, Vivi sempat menghubungi calon suaminya, kalau dia kangen dengan Erik dan ingin bertemu. Kemudian keesokan harinya, Vivi diketahui meninggalkan rumah. Dari signal HP sempat diketahui bahwa Vivi berada di sekitar Jalan Soekarno Hatta Malang. Namun setelah itu HP-nya sudah tidak aktif.
Keluarga sudah berupa mencari kebaradaan Vivi, namun sama tidak kunjung ditemukan. Sabtu (9/9), Erik sempat menghubungi orangtua Vivi. Erik mengatakan kalau ingin tahu keberadaan Vivi, diminta untuk menanyakan ke Mila teman Vivi yang bekerja di Kepanjen.
Setelah diselidiki dan ketemu dengan Mila, ternyata juga tidak tahu keberadaan Vivi. Bahkan, Mila tidak kenal dengan namanya Erik. Dari situlah karena takut terjadi apa-apa, keluarga lantas melaporkannya ke Polsek Sumberpucung. “Untuk rencana pernikahan sementara ditunda sampai waktu tidak ditentukan. Asalkan Vivi bisa segera ketemu dan pulang,” tegasnya.
Sementara itu, informasi yang didapat Malang Post semalam, Vivi sudah ketemu. Ia pulang ke rumahnya, setelah mengetahui beritanya yang kabur dari rumah menjadi viral di media sosial (Medsos). Vivi selama ini diketahui kabur ke Mojokerto, ikut temannya kerja karena tidak ingin menikah.
“Alhamdulillah sudah ketemu dan pulang sendiri ke rumahnya, setelah beritanya viral di Medsos,” kata Sri Widyaningsih.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :