Curi Helm di RS Kanjuruhan

 
MALANG - Berpura-pura menjenguk pasien di RS Kanjuruhan, Kepanjen, Faris Achmad, 28 tahun, warga Desa Wonokerso, Pakisaji, ternyata mencuri helm. Beruntung, usai melakukan aksi jahatnya ini, ia dibekuk Polsek Kepanjen, Selasa (12/9) sekira pukul 22.30 WIB.
Kapolsek Kepanjen, Kompol Mas Akhmad Sujalmo mengatakan jika aksi Faris ini dilakukan sudah berkali-kali. 
“Pencurian yang dilakukan tersangka sangat merugikan karena dilakukannya di wilayah RS Kanjuruhan dengan korban yang sedang membezuk pasien. Sudah tertimpa musibah masih saja dirugikan dengan kehilangan barang,” ujar Kompol Sujalmo kepada Malang Post.
Pencurian ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Di area parkir RS Kanjuruhan itu, korban Juari, 33 tahun, warga Dusun Mbalong, Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen sedang menjengguk keluarganya yang menjalani rawat inap. Korban memarkir kendaraan di selatan ATM dan menaruh helm di atas spion motornya.
“Korban yang menjenguk pasien sekitar 60 menit. Namun saat akan pulang mengambil motornya, korban mendapati helm merek INK warna kuning miliknya sudah tidak ada. Dari situ korban kemudian melaporkan kejadian ke pihak keamanan dan tidak sengaja ada mobil patroli Polsek Kepanjen lewat,” bebernya.
Mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung turun dan menyisir sekitar TKP. Tidak lama melakukan penyisiran, pihaknya bersama keamanan RS melihat seorang remaja yang kedapatan membawa helm merek INK berwarna kuning. Karena mirip dengan helm korban akhirnya remaja yang membawa helm tersebut dimintai keterangan terkait helm yang dibawanya.
“Karena curiga, tersangka langsung didatangi untuk dimintai keterangan. Setelah tidak bisa menjawab dan helm yang dibawanya memiliki tanda yang sama dengan pemilik, akhirnya tersangka mengakui jika telah mengambil helm yang bukan miliknya,” jelas Kapolsek Kepanjen.
Saat itu, juga Polsek Kepanjen langsung mengamankan tersangka beserta barang bukti helm merek INK warna kuning, motor merek Suzuki Satria nopol N 3768 IE dan HP merek Black Berry warna putih.Saat ini tersangka harus rela mendekam di balik jeruji karena tindakannya. Sebelumnya, sering terjadi pencurian dengan modus berpura-pura menjenguk pasien RS Kanjuruhan. 
“Tak tanggung-tanggung banyak pelaku yang masuk ke kamar pasien untuk mengambil barang-barang berharga seperti uang dan laptop saat korban tidak terjaga,” pungkasnya.(eri/jon)

Berita Lainnya :