DPO Pencuri Motor Ditembak

 
MALANG – Masih ingat trio curanmor yang pernah melempar bondet ke warga Penanggungan, Betek, saat mencuri motor, akhir Juli 2017 lalu. Polda Jatim berhasil menembak tersangka terakhir dalam kasus ini, karena melawan saat ditangkap. DPO, M Slamet alias Mat, 29 tahun warga Tempuran, Pasrepan, Pasuruan, harus melahap timah panas di kedua lututnya.
Berkas kasusnya, kini dilimpahkan Polsek Klojen. Mat akhirnya berkumpul satu sel dengan Suhadak, 25 tahun, yang tertangkap di Tembalangan. Sementara, DS, 17 tahun ditahan di UPPA Polres Makota karena di bawah umur. 
Kapolsek Klojen, Kompol Andy Yudha Pranata, lewat Kanit Reskrim Polsek Klojen, AKP Irwan Tjatur menyebut Mat tertangkap di Pasuruan.
“Setelah melarikan diri dari kejaran warga di Tembalangan dan Penanggungan, dia lari ke Pasuruan. Atas back up Polda Jatim, tersangka tertangkap dan terpaksa ditembak di kedua kakinya, karena melawan petugas saat hendak diamankan,” kata Tjatur kepada wartawan, kemarin di Polsek Klojen.
Sepak terjang trio pencuri motor tersebut, berawal dari keinginan mencari uang untuk berfoya-foya. Akhirnya, mereka menaiki motor dari Pasuruan ke Malang berboncengan tiga pada 21 Juli 2017. Sesampainya di Malang, mereka langsung mendatangi Betek Gang 18, Jalan Mayjen Panjaitan Penanggungan.
Mereka melihat sebuah motor terparkir di sebuah rumah. DS duduk di atas sepeda motor sembari mengawasi keadaan. Suhadak bertugas memasang kawat di pintu rumah, agar penghuni rumah kesulitan mengejar para tersangka ketika tahu motornya diambil. Sementara, Mat merusak rumah kunci dengan alat khusus, serta menusukkan kunci T ke lubang starter.
Namun aksi mereka ketahuan. Warga langsung mengejar ketiga pelaku. Merasa terdesak, Suhadak melemparkan bondet yang meledak ke arah warga sebelum berpencar. Dia dan DS tertangkap di Tembalangan. 
“Sedangkan, Mat melarikan diri dengan naik bus untuk pulang ke Pasrepan, Pasuruan,” sambung Tjatur.
Setelah pencarian, Polda Jatim berhasil menangkap DPO dan melumpuhkannya. Mat mengaku sudah melakukan sepuluh kali pencurian motor dengan lima TKP. Dia mengaku ingin pakai uang hasil penjualan sepeda motor curian, buat foya-foya. Dia dan dua tersangka lain, dikenakan pasal 363 KUHP, pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun.(fin/jon)

Berita Lainnya :