Polsek Singosari Beri Penyuluhan ke SD

 
MALANG - Salah satu SD di Singosari mendapat perhatian dari Polsek Singosari dan Polres Malang. Pasalnya, di sekolah tersebut ada dua siswa laki-laki kelas V yang ketahuan menghisap Vapor atau rokok elektrik, Selasa (12/9), lalu. Aksi siswa kurang terpuji ini diketahui salah satu guru di halaman sekolah saat jam istirahat. 
Menanggapi hal itu, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Polsek Singosari dengan dibantu Polres Malang. Tujuannya, memberi pengetahuan dan sosialisasi terkait bahaya menghisap rokok yang mengandung bahan kimia tersebut.
“Penyalahgunaan rokok elektrik bagi anak-anak tersebut dikarenakan terbukanya akses yang bisa dimanfaatkan saat ini. Salah satunya adalah pesatnya arus informasi, karena kita tahu ada berbagai dampak yang dari terbukanya informasi. Dari yang positif hingga negatif. Sehingga membuat dua bocah laki–laki yang masih duduk di Kelas V SD tersebut berani mencoba karena rasa ingin tahu,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik kepada Malang Post.
Dijelaskan Taufik adanya laporan tersebut, diketahui dari salah satu guru SD yang pertama kalinya menangkap aksi mereka. 
“Kecurigaan muncul saat anak-anak dari kelas II hingga kelas V bergerombol sedang membakar dan menghisap sesuatu. Setelah diketahui pihak sekolah, ternyata ada beberapa anak yang ketahuan sedang menghisap bahan kimia berbahaya ini,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Singosari, Kompol Wachid Arifaini yang menerima laporan tersebut, langsung menindak lanjutinya. Dengan memberangkatkan beberapa anggota diantaranya, Aiptu Sri Sumarwati, Aiptu Jermansyah serta Aipda Amir M dan Brigadir Taufik langsung meluncur ke sekolahan.
“Tentunya kami tidak memberikan hukuman berat bagi anak-anak yang ketahuan menghisap rokok elektrik tersebut. Sebaliknya para anggota yang turun malah memberikan perhatian dengan merangkul dan mengajak berbicara anak-anak dan para orang tua mereka secara personal. Tujuannya agar para siswa menerima dengan baik dan faham dengan kesalahan yang mereka lakukan,” tegasnya.
Dari perbincangan untuk menggali informasi, lanjut Taufik, diketahui bahwa otak perbuatan tersebut adalah Toni dan Tono (nama samaran). Kedua siswa ini adalah siswa yang masih duduk di kelas VI. Dari pengakuan Toni, ia mengetahui cara meracik Vape dari teman-teman punk di luar lingkungan sekolahnya yang dikenalnya melalui media sosial. Bebeda dengan Tono yang hanya ikut-ikutan karena ajakan dari Toni.
“Menindak lanjuti hal itu, anggota Kepolisian langsung memberikan nasihat dan peringatan kepada mereka dan teman-temannya. Dari kejadian itu, kami menghimbau kepada para orang tua agar memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya. Karena itu merupakan suatu keharusan, baik dalam lingkungan sosial seperti pertemanan,” harapnya.
Dari temuan itu juga akan dijadikan bahan sosialisasi oleh para Babinkamtibmas melalui pelaksanaan upacara di sekolah. 
“Tentunya akan kami sampaikan kejadian ini kepada para wali murid dan guru. Agar para orang tua mewaspadai pergaualan anak,” tegas Arifiani.(eri/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...