Lindungi Anak-anak dari Pil Koplo



MALANG – Peredaran narkotika jenis pil koplo saat ini sudah semakin merusak generasi muda. Pemasaran psikotropika ini sudah menyasar ke anak-anak terutama pelajar. Selain karena harganya yang murah, barang haram yang sejatinya untuk obat penenang orang sakit gila ini juga mudah didapat.
Karenanya, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, meminta agar peredaran narkotika terutama pil koplo untuk segera diberantas. Hal ini, ditegaskannya saat press release hasil ungkap kasus narkoba dan kejahatan street crime selama sepekan, siang kemarin.
“Pil koplo jenis dobel L ini, memang sepele. Namun dampaknya sangat berbahaya. Karena itu, kami minta kepada seluruh anggota untuk fokus dalam penegakan hukum kasus narkotika, terutama pil koplo,” terang Yade Setiawan Ujung.
Menurut Ujung, selama ini peredaran pil koplo jenis dobel L di wilayah Kabupaten Malang masih cukup marak. Sasarannya adalah anak-anak dan pelajar. Harga yang sangat murah, sehingga peredaran pil koplo ini mudah terjangkau oleh anak-anak. “Selain kami minta untuk menegakkan hukum terkait kasus narkotika, kami juga minta peran serta orang tua untuk mengawasi anak-anaknya,” tegas perwira polisi dengan pangkat dua melati ini.
Sementara itu, selama sepekan pada minggu kedua bulan September, Polres Malang berhasil mengungkap 7 kasus narkotika dengan 10 tersangka. Mulai tanggal 6 – 13 September. Rinciannya adalah 4 kasus narkotika jenis sabu-sabu (SS) dengan barang bukti seberat 1,74 gram.
Kemudian narkotika jenis ganja kering ada satu kasus dengan barang bukti 3,50 gram. Dan tiga kasus obat keras berbahaya dengan barang bukti sebanyak 570 butir pil koplo. “Semua kasus narkotika itu, sedang kami proses lanjut dengan prosedur hukum,” ujar Ujung.
Sedangkan untuk kejahatan jalanan atau street crime, Satreskrim Polres Malang beserta dengan Polsek jajaran berhasil mengungkap tujuh kasus dengan 8 tersangka. Terdiri dari satu kasus judi kupon putih dengan 3 tersangka. Satu kasus penganiayaan dengan satu tersangka. Satu kasus penadah barang curian dengan satu tersangka.
Lalu, empat kasus pencurian pemberatan (curat) dengan tiga tersangka. Selanjutnya ungkap satu kasus asusila (cabul) dengan tiga tersangka. Dan ungkap satu kasus ilegal logging dengan satu tersangka dan barang bukti 143 batang kayu sengon laut.
“Untuk ungkap kasus kejahatan kriminal ada peningkatan dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Ini sebagai upaya untuk menciptakan yang suasana kondusif di wilayah Kabupaten Malang,” paparnya.(agp/lim)

Berita Lainnya :