Teror Pembunuh Sadis Domba Berlanjut



MALANG – Belum selesai trauma warga Dusun Ketangi Desa Tegalgondo Karangploso atas tewasnya 17 ekor domba, teror kematian ternak masih berlanjut sehari setelahnya. Pagi dini hari kemarin, giliran tiga ekor domba milik Mujiat, 63 tahun, warga RT 37 RW 08 dusun Ketangi, ditemukan mati terkapar. Sementara 4 domba lainnya sekarat.
Tiga domba ini mati di luar kandang dengan kondisi luka pada bagian leher, perut dan kaki.  Selain tiga domba ini, ada satu domba milik Mujiat yang luka parah tapi belum mati. Tiga domba lain milik Matali, 80, warga Ketangi, juga masih hidup walaupun sudah sekarat. Kepada wartawan, Mujiat menceritakan bahwa dia tahu dombanya mati jam 05.00 pagi.
“Saya diteriaki anak saya saat dia mau ke sungai, dia melihat sudah ada ternak saya yang mati di luar kandang,” kata Mujiat, kemarin.
Dia mengaku sudah melakukan penjagaan terhadap ternaknya tersebut. Bahkan, dia sampai tidur di dalam kandang hingga pukul 02.00 pagi untuk memastikan dombanya tak jadi korban teror hewan buas itu.
Sampai pukul 02.00 pagi, Mujiat tidak melihat ada gerakan hewan di luar kandang maupun suara-suara lain. Sehingga, dia cukup yakin bahwa peliharaannya aman dari teror binatang liar yang sudah membunuh 20 domba ini. Dia pulang ke rumah, dan tidur di kamar, sebelum terbangun pukul 05.00 pagi setelah mendengar teriakan Ponimah, anaknya.
“Semuanya ada luka gigitan di leher. Ada yang masih hidup. Tapi, sebagian besar domba hamil,” jelas Mujiat.
Jika ditotal dengan seluruh domba yang dibunuh dan dilukai dari tiga peternak, maka ada 29 ekor yang diteror dan dilukai hewan buas ini. Sementara itu, Agung Adi, 25, warga Ketangi, mengaku mendengar suara anjing sekitar pukul 03.00, di dekat kandang domba milik Matali dan Mujiat.
Agung saat itu masih terjaga, dan baru saja nongkrong dengan teman-temannya. Saat hendak masuk rumah, dia mendengar suara gonggongan anjing lebih dari satu ekor. Gonggongan anjing tersebut bersahut-sahutan dan berlangsung lama. Dia mengaku takut dan langsung masuk rumah.
“Suaranya nggak satu, tapi banyak, kayak saling menggonggong, lama kok, nggak sebentar,” tambahnya.
Pihak Polsek Karangploso menganggap ulah dari binatang yang membunuh domba-domba, harus dihentikan. Kapolsek Karangploso, Kompol Farid Fathoni, mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Malang dan Provinsi Jatim untuk menurunkan personel.
“Kita tetap koordinasi dengan Dinas Peternakan, serta melakukan penjagaan ekstra,” sambungnya.
Kemarin, tim dari Dinas Peternakan turun, untuk melakukan pengecekan terhadap mayat domba yang digigit oleh hewan buas itu. Dugaan pihak dinas masih sama, ada hewan buas, lebih dari satu, berukuran sekitar 50 sentimeter, yang mengincar binatang ternak, saat warga sedang terlelap di malam hari.(fin/lim)

Berita Lainnya :

loading...