Rumah di Kendalsari di Lalap Api



MALANG – Masyarakat Jalan Kendalsari, Kamis (14/9) jelang tengah malam, gempar. Kebakaran hebat terjadi di Gang 3 Dalam RT 03 RW 10 nomor 33,  tepatnya di rumah Pi’in, 85 tahun dan Sarimah, 47 tahun. Rumah dengan dua kepala keluarga itu, terbakar sekitar pukul 22.10 WIB Kamis malam lalu.
Saksi mata kejadian, Subandi, 43 tahun, warga RT 03 RW 10 Kendalsari, menyebut warga sedang bercengkrama di gang depan, saat muncul suara dari kamar yang ditinggali Sarimah.
“Bu Sarimah dan keluarganya, kontrak di bagian belakang rumah dari Pak Pi’in. Kami dengar ada suara berdesis, seperti ada yang bocor,” kata Bandi kepada Malang Post.
Meski demikian, warga masih tidak curiga, dan meneruskan obrolan. Tak lama berselang, warga kali ini kaget karena mendengar ada suara ledakan. Sontak saja, Bandi dan warga sekitar, mendatangi arah suara munculnya letupan. Api dan asap muncul di kamar kontrakan yang ditinggali Sarimah.
“Saat itu, bu Sarimah dan keluarganya, sedang berjualan sate di luar, sehingga awalnya tidak tahu ada kebakaran di rumahnya,” kata Bandi.
Masyarakat langsung melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Selain selang air, warga juga menimba air dari sumur yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Kendati demikian, api masih membandel. Selain memecahkan kaca rumah tersebut, api mulai menjilat bagian atap rumah. Panas menjalar ke rumah nomor 34 yang terletak bersebelahan dengan titik api. Bagian atap dapur rumah tersebut ikut terlalap si jago api. Karena banyak warga yang keluar rumah untuk ikut membantu, api benar-benar padam dan didinginkan sekitar pukul 23.15 WIB.
“Tidak lama, pihak PMK datang ke lokasi dan melakukan pendinginan. Karena, kami sangat khawatir kalau muncul titik api baru yang tidak terdeteksi,” sambung Bandi.
Setelah api padam, warga menelusuri lokasi kebakaran, dan menemukan sebuah rice cooker yang sudah gosong. Selain itu, dua tabung elpiji tiga kilogram, juga ditemukan sudah berwarna hitam.
“Kami menduga, rice cooker dicolokkan ke sumber listrik, tapi ditinggal kerja jualan. Lalu, kabelnya korsleting, menetes ke dua tabung elpiji yang ada di bawah rice cooker,” sambung Bandi.
Kepala PMK Kota Malang, Jose Bello menyebut, kendaraan pemadam, melakukan pendinginan di lokasi. “Setelah warga menyiramkan air untuk memadamkan, kita lakukan pendinginan, beruntung tak ada korban jiwa,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :