Anjing Pembunuh Domba Dibacok

 
MALANG – Momok hewan pembunuh domba di kawasan Karangploso dan Tunggulwulung nyaris saja ditangkap. Pagi dini hari kemarin, Setyo Hadi Purnomo, 36 tahun, warga Jalan Bilira 135 RT 05 RW 05, sempat membacok binatang yang menyebar teror di wilayah Karangploso dan Tunggulwulung tersebut. Purnomo, menyebut hewan tersebut, menyerupai anjing.
“Besarnya setinggi paha saya, lalu panjangnya lebih dari satu meter. Tubuhnya gempal, lalu bulunya tidak gondrong, pendek-pendek. Warnanya hitam, lalu di bagian dadanya warna cokelat. Moncongnya pendek, semacam bulldog. Saya sempat sabit pakai celurit,” kata Purnomo dikonfirmasi sore kemarin.
Kejadian pembantaian domba-domba di dusun Ketangi dan Jalan Akordion Tunggulwulung, membuat para peternak domba di sekitar lokasi kejadian waspada. Tak terkecuali, Purnomo yang pagi dini hari, sedang bercengkrama di depan rumah. Sebelum berjaga, dia menambah penerangan di sekitar kandang.
“Saya juga pasang lampu di dalam kandang domba milik keluarga saya itu. Soalnya, kasus yang terjadi di Ketangi dan Bawang, jadi pelajaran bagi peternak seperti kami,” jelas Purnomo. 
Lalu, sekitar pukul 02.00 WIB, Purnomo dan istrinya, Ratin, 33 tahun, sedang duduk-duduk di depan rumah, sembari membicarakan pembantaian terhadap domba-domba.
Tak disangka, Ratin melihat sekelebat bayangan yang tampak masuk ke dalam kandang domba.Purnomo, mengambil sebilah celurit dan mendekati kandang domba di belakang rumahnya. Saat itulah, dia melihat sosok anjing sedang menaiki domba dari belakang untuk menggigit leher. Tanpa pikir panjang, Purnomo langsung menyabetkan celuritnya.
“Dia langsung melepas domba yang ditungganginya, lalu keluar dari kandang. Saya kejar ke depan rumah, saya sabet punggungnya di dekat ekor, tapi dia masih bisa lari. Ada empat pemuda kontrakan sebelah rumah, yang melempar anjing itu dengan helm, tapi dia tetap kabur,” sambung Purnomo.
Anjing tersebut, melarikan diri, keluar dari gang, dan menghilang entah ke mana. Ratin menyebut bahwa warga masih akan berjaga karena tidak mau ada domba yang mati lagi. 
“Ya kita pilih antisipasi saja. Yang bikin aneh, anjing ini tidak menggonggong, dan domba-domba itu juga gak mengembik saat didekati hewan itu. Padahal, biasanya kalau ada manusia, pasti langsung bersuara,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :