magista scarpe da calcio ER: Sedang Mandi Pintu Saya Digedor


ER: Sedang Mandi Pintu Saya Digedor


Malang Post, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK diterbangkan ke Jakarta, Sabtu malam (16/9). ER dikawal empat orang Brimob saat meninggalkan Gedung Subdit III Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. Ia sama sekali tak diberi kesempatan bicara pada wartawan, padahal ER ingin memberi statement.
ER sapaan akrabnya, tiba di Mapolda Jatim Surabaya bersama empat orang penyidik KPK sekitar pukul 16.45 WIB. ER sempat ditempatkan di Surabaya sebelum diterbangkan ke Jakarta. Sekitar pukul 19.45 WIB, empat orang penyidik KPK yang mengenakan masker tersebut meninggalkan Mapolda Jatim dengan dua buah mobil Toyota Avanza dan Suzuki Ertiga warna abu-abu. Kedua Nopol mobil tersebut ditutup kantong plastik warna hitam.
Barulah selang satu jam kemudian, sekitar pukul 20.45, ER keluar gedung. Pria berkaca mata tersebut terlihat tenang. Mengenakan hoodie hitam, ER sempat menebar senyum kepada wartawan.
Setelah itu, ER dikawal empat orang anggota Brimob berpakaian hitam lengkap dengan helm, menuju ke dalam bus Biro Sarana dan Prasarana (Sarpras) Polda Jatim. Saat berjalan ke bus tersebut, ER bersedia melayani pertanyaan wartawan.
ER mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa. Dia mengaku ditangkap di kediamannya. "Saya mandi di rumah tahu-tahu digedor pintu kamar mandi. Uangnya saya nggak tahu apa-apa," kata ER kepada awak media.
Saat Wali Kota yang sudah menjabat dua periode itu ingin melanjutkan ucapannya, empat orang Brimob terus menariknya menuju bus. "Ayo masuk pak," kata seorang polisi.
ER sebenarnya ingin memberikan banyak keterangan kepada wartawan. Namun langkahnya terus dipercepat karena ditarik polisi yang mengawalnya.
"Loh saya nggak papa pak. Ini biar teman-teman wartawan. . .," kalimat ER terhenti.
Dia tidak jadi membiarkan klarifikasi lebih detail karena terus digiring menuju bus. Bahkan ER sempat setengah membungkuk saat didorong dan ditarik menuju bus oleh polisi yang mengawalnya.
Dari dalam bus, ER duduk di sebelah kanan persis di belakang sopir. Di situ dia sempat melambaikan tangan dan tersenyum. Sekitar 20.50 WIB, bus yang mengangkut ER berangkat menuju ke Bandara Juanda untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan,OTT murni dilakukan oleh KPK. Polisi hanya membantu memfasilitasi tempat untuk transit. "Ditempatkan di ruangan Ditreskrimsus. Kami tidak terlibat (melakukan OTT, red), semuanya KPK," kata Barung.
Firasat bakal menerima musibah bertubi-tubi, sudah pernah diceritakan ER kepada Malang Post. Sewaktu Plt Sekda Kota Batu, Achmad Suparto meninggal dunia, beberapa waktu lalu, Eddy Rumpoko bercerita jika mendapatkan beberapa peristiwa yang dianggap sangat ganjil. Sehari sebelum meninggalnya Plt Sekda tersebut, dia membawa gelas berisi kopi sewaktu di Jakarta. Secara tiba-tiba, gelas tersebut jatuh dan pecah.
Kejadian lain, kata dia, bungkus rokok yang terbuat dari kayu tiba-tiba hilang. Padahal bungkus rokok itu sudah lama dibawa dan tidak pernah ketinggalan atau hilang selama bertahun-tahun.
“Beberapa kali, HP juga terjatuh. Padahal biasanya tidak pernah ada kejadian seperti itu,” ungkap ER, saat itu.
Masih terkait keanehan, dia sedang mengikuti sebuah acara dengan ribuan mahasiswa di UMM pada waktu Achmad Suparto meninggal. Ketika sedang berbicara di depan ribuan mahasiswa, tiba-tiba lampu mati sehingga sound system tidak bisa berbunyi.
Sewaktu mendapat undangan dari UMM, ER sebenarnya sudah berniat mengajak Achmad Suparto. Dia juga berencana mengajak mantan Lurah Samaan ini satu mobil sehingga bisa memberikan tugas-tugas  yang harus segera dilakukan ketika berada dalam satu mobil. Niat mengajak Achmad Suparto kemudian diurungkan karena melihat Plt Sekda itu mengirim gambar tim futsal DPRD Kota Batu yang diambil dari GOR Ganesha ke grup WA.
Saat berbicara pada sebuah acara di UMM, ER sempat didatangi ajudan untuk memberikan kabar jika Achmad Suparto masuk rumah sakit. Dia pun masihmeminta waktu untuk berbicara dan akan ke rumah sakit jika kegiatan usai. Tidak berapa lama, ajudan datang lagi memberikan kabar jika pejabatnya sudah meninggal dunia.
“Saya langsung mengakhiri pembicaraan, saya mohon maaf kepada mahasiswa karena tidak bisa melanjutkan kegiatan. Saya harus segera ke rumah sakit menjenguk Pak Parto setelah mendapatkan kabar meninggal dunia itu,” tambahnya.
Belum lama musibah Plt Sekda, Achmad Suparto ada lagi kejadian menimpa lingkungan Pemkot Batu. Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dikabarkan terkena OTT KPK di rumah dinasnya sekitar pukul  13.30, Sabtu (16/9) kemarin. (feb/jpg/ary)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang