magista scarpe da calcio KPK Amankan Wali Kota Batu


KPK Amankan Wali Kota Batu


BATU - Publik Malang Raya terhenyak dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Sabtu (16/9) kemarin.  Tidak tanggung-tanggung, Tim KPK berjumlah 16 orang, mengamankan lima orang. Dua orang yang turut diamankan dalam operasi senyap KPK pada akhir pekan itu, adalah Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dan Kepala Bagian (Kabag) Layanan dan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setiawan.
Selain Eddy Rumpoko dan Edi Setiawan, ada juga pejabat berinisial ZD, ST. Serta P (Diduga Philip), seorang pengusaha dan pemilik sebuah hotel bintang 4 di Kota Batu. Selain itu KPK mengamankan barang bukti sejumlah uang yang diamankan yakni sebesar Rp 300 juta. Dana tersebut informasi yang berkembang terkait dengan pemberian fee proyek dari proyek pengadaan mebeler Rp 5,9 milyar.
Sabtu (16/9) siang, sekitar pukul 13.30, tiga mobil jenis family berisikan 16 personil KPK mendatangi Rumah Dinas Wali Kota Batu di Jl, PB Sudirman. Mereka masuk ke dalam rumah dinas dan mengamankan ER serta PI yang seorang rekanan swasta.
Dalam penggerebekan tersebut ditamankan sejumlah uang, kemudian petugas mengembangkan penangkapan terhadap Kepala ULP Pemkot Batu ER, kemudian disita satu tas yang berisikan sejumlah uang tunai.  
Tidak ada yang menyangka operasi tangkap tangan ini dilakukan di hari libur. Bahkan saat penangkapan tersebut terjadi, Balai Kota Among Tani dalam kondisi tidak ada aktivitas pemerintahan. Balai kota malah dipenuhi oleh ribuan biker anggota komunitas CB yang berasal dari  berbagai daerah.
Ruang kerja ER di lantai lima pun terlihat lengang, beberapa pegawai mengatakan seharian ER tidak datang ke kantornya.
“Sejak pagi tidak ada apa-apa di sini, sepi, Bapak (Wali Kota-red) juga tidak ke sini,” ujar salah satu pegawai.
Para pegawai protokol yang biasanya berlalu lalang di lantai lima, kemarin, dalam kondisi libur semuanya. “Memang Pak Wali tidak ada kegiatan mulai pada hingga sore, baru nanti malam ada kegiatan CB, itu pun diwakili oleh Pak Wawali (Punjul Santoso-red),” ujar Nanang, pegawai Protokol.
Di rumah dinas, seluruh mobil ER terparkir rapi, beberapa anggota Satpol PP yang berjaga mengaku tidak tahu menahu terkait penangkapan tersebut. “Kita barusan ganti piket, tidak terjadi apa-apa di sini,” ujarnya. Meski demikian, wajah-wajah anggota Satpol PP ini tegang.
Sementara itu nomor HP Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko saat ditelepon tidak ada jawaban, begitu juga dengan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso tidak ada ada jawaban. Sementara Wali Kota Batu terpilih Dewanti Rumpoko membagikan kalimat hasbalah di wall facebooknya sekitar pukul 19.30. Yakni Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula waanikman nashir. Artinya cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung.
Ia saat ini berada di Liverpool Inggris mengantar putrinya Ganis Rumpoko yang akan kuliah. Beberapa teman Dewanti langsung menjawab status tersebut dengan jawaban. “Semoga Wanti dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT,” balas Idol Ida Restoe. Ada juga akun Arlan Septia yang mendoakan agar Dewanti dan keluarga selalu diberikan kebahagiaan dan lindungan Tuhan.
Sementara itu, Cahyo Edi Purnomo, Ketua DPRD Kota Batu ketika dikonfirmasi masalah ini dalam kondisi mati. Begitu juga Nurochman, Wakil Ketua DPRD Kota Batu tidak memberikan jawaban saat akan dikonfirmasi terkait dengan diamankannya orang nomor satu di Kota Batu ini.  
Secara terpisah, Malang Post menghubungi Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera ketika dikonfirmasi masalah ini membenarkan penangkapan Kepala Daerah. “Benar diamankan pukul 13.30 oleh KPK bersama beberapa orang pejabat dan swasta,” ujar Barung.
Tidak banyak kalimat yang dilontarkan oleh Barung, ia mengatakan perkembangan lebih lanjut akan dirilis oleh KPK. Sementara itu Febri Diansyah, juru bicara KPK ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar ada tim KPK yang melakukan OTT siang ini di salah satu Kabupaten/Kota di Jatim, sekitar lima orang diamankan, termasuk kepala daerah dan pejabat unit pengadaan,” terangnya.
Febri juga menjelaskan bahwa sejumlah uang juga diamankan terkait dengan pemberian fee proyek di daerah setempat. Febri mengatakan bahwa tim membawa lima orang tersebut untuk dilakukan pemeriksaan awal ke Polda Jatim.
“Informasi lebih lanjut hasil OTT ini, akan kami lontarkan dalam konferensi pers besok (hari ini-red),” ujarnya.
Informasi yang berkembang, Tim KPK ini sebenarnya sudah lama berada di Kota Batu. Tim ini menginap di salah satu hotel yang tidak jauh dari Balai Kota Among Tani. Rencananya, tim akan melakukan penggerebekan pekan yang lalu, namun dibatalkan karena sesuatu hal.
Sementara itu beragam komentar keluar dari para tokoh. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengeluarkan cuitan, kemarin sore. Berupa “Batu oh Batu riwayatmu kini dengan hashtag sedih. Karuan tweet itu mendapatkan banyak tanggapan. Salah satunya Novita Mudha lewat akun twitter @Nophie1889 ia balik bertanya kepada Pramono. “Ini soal wali kota Batu yang tertangkap tangan ya pak?,” cuitnya.
Yang mengejutkan adalah Norma Nengsih mantan Ketua DPC Demokrat Kota Batu. Ia membalas tweetan Pramono dengan kalimat yang tersirat. Seakan-akan OTT di Rumah Dinas Wali Kota Batu sudah bisa ia perkirakan.
“Akhirnya bom waktunya telah meledak !!!,” cuitnya.
ER sendiri sudah dua periode memimpin Batu. Namanya masuk bursa kandidat Cawagub Jatim dari partai PDIP untuk bersaing pada Pilkada tahun depan. Dia digadang-gadang akan mendampingi Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.
Dihubungi oleh JawaPos.com (grup Malang Post), Gus Ipul mengaku belum mendengar kabar OTT tersebut. Dia enggan berkomentar banyak. "Saya belum dengar informasi itu. Tentu saja saya kaget," ujar mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.
Gus Ipul mengaku mengenal sosok ER sebagai teman. Selama yang dia kenal, ER adalah orang baik. Batu juga bisa menjelma sebagai kota Agro Wisata berkat polesan ER selama dua periode memimpin.
Terkait dengan peluang ER untuk mendampingi Gus Ipul pada Pilkada mendatang, pria yang doyan nyeruput kopi itu menjawab diplomatis. "Bukan saatnya saya komentar soal itu (ER maju cawagub, Red)," cetusnya.
Gus Ipul menganggap semua nama yang selama ini didengungkan oleh beberapa media punya kualitas baik. Dia bakal menghormati apapun keputusan dari partai-partai pendukung soal sosok yang menjadi wakilnya nanti.(dan/ary)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top