Isteri Dihajar, Setelah Pulang jadi TKI

 
MALANG - Jauh-jauh pulang dari negara orang sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sungguh sial nasib Juwariyah, 42 tahun, warga Desa/Kecamatan Tirtoyudo. Ia diminta cerai suaminya, Maskuri, asalnya Dusun Lambang Kuning, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit. 
Tidak hanya itu saja, Maskuri juga menghajar istrinya hingga babak belur. Juwariyah dipukul, ditendang dan didorong hingga jatuh dari ketinggian sekitar tiga meter. Akibat perbuatan keji tersebut, korban lapor polisi.
Akibatnya, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dibekuk petugas di tempat asalnya Desa Majang Tengah,  Kecamatan Dampit.
"Tersangka sempat kabur ke Kota Malang. Begitu pulang langsung kami amankan. Karena kasusnya masuk KDRT, maka langsung kami limpahkan ke UPPA Polres Malang," ungkap Kanitreskrim Polsek Tirtoyudo, Ikhwan Prasetyo.
Diperoleh keterangan, hubungan antara Maskuri dengan Juwariyah ini adalah pasangan suami istri yang sah. Karena untuk mencukupi kebutuhan keluarga, beberapa tahun lalu, korban berangkat ke luar negeri untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Entah apa yang ada dalam benak Maskuri, setahun lalu ia meminta cerai kepada korban. Permintaan itu terus disampaikan lewat telepon. Mungkin karena gusar, sebulan lalu korban pulang dari TKI untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya.
Namun bukannya selesai, keduanya malah sering terlibat cekcok mulut. Puncaknya Minggu 10 September lalu sekitar pukul 10.00, saat korban di rumah saudaranya yang tak jauh dari rumahnya. Antara Juwariyah dan Maskuri terlibat perang mulut, setelah korban menyetujui permintaan cerai tersangka.
Bukannya senang permintaan cerai dituruti, tetapi malah emosi dengan menghajar korban. Dipukul, ditendang berulang kali dan didorong hingga korban terjatuh.
Puas melakukan penganiayaan, Maskuri langsung pergi meninggalkan istrinya yang kesakitan. Korban yang tidak terima, lantas melaporkannya ke petugas Polsek Tirtoyudo. Untuk menguatkan laporannya, korban juga dimintakan visum.
Berdasarkan laporan itulah, petugas langsung memburu tersangka Maskuri dan berhasil menangkapnya. Ketika ditanya saat dilimpahkan ke UPPA Polres Malang, Maskuri hanya diam saja dan berjalan santai seperti tidak bersalah.(agp/jon)   

Berita Lainnya :

loading...