Sakit Tak Sembuh, Gantung Diri

 
MALANG - Karena sakit yang dialaminya tak kunjung sembuh, Tamsir, 82, nekat mengakhiri hidupnya akhir pekan kemarin. Warga Dusun Panggungwaru, Desa Sumberoto, Donomulyo ini, gantung diri di pohon pepaya di kebun milik Wakidi, saudaranya. Kuat dugaan, aksi tersebut dilakukan karena tak kuat menahan sakitnya.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Jenazah hanya dimintakan visum luar di Puskesmas Donomulyo.
"Tidak ada bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Pihak keluarga menerima kematiannya sebagai musibah," ujar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik.
Diperoleh keterangan, korban selama ini memang diketahui memiliki riwayat sakit wasir yang tak kunjung sembuh. Sebelum diketahui tewas gantung diri, pagi harinya korban masih terlihat di dalam rumah.
Namun tiba-tiba korban keluar rumah tanpa ada satu orangpun yang mengetahui. Baru siang harinya sekitar pukul 13.15, korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuhnya tergantung di pohon pepaya.
Adalah Riyanto, 50, warga Dusun Kalisangkrah, Desa Sumberoto, Donomulyo, yang kali pertama mengetahui. Saat itu, saksi sedang mencari kroto untuk pakan burung. Ketika itulah saksi melihat ada tubuh manusia tergantung.
Karena takut dan dituduh macam-macam, saksi lantas memberitahu warga sekitar yang diteruskan ke perangkat desa. Kemudian temuan itu dilaporkan ke petugas Polsek Donomulyo. Polisi langsung datang ke lokasi untuk mengevakuasi tubuh korban.
"Dari keterangan petugas medis yang memeriksa, korban meninggal dunia tiga jam sebelum ditemukan tewas tergantung," tuturnya.(agp/jon)

Berita Lainnya :