Wanita Edarkan SS Diciduk

 
MALANG - Peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Malang saat ini sepertinya sulit dibendung. Sasarannya tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak remaja. Bahkan seorang remaja perempuan sudah menjadi pengedar barang haram tersebut.
Buktinya akhir pekan lalu, Satuan Reskoba Polres Malang mengamankan seorang perempuan yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu (SS) dan daun ganja kering. Yakni berinisial FNL, 20, warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit.
FNL dibekuk petugas di sebuah warung makan di sekitar Pindad, Kecamatan Turen. Ketika diamankan, ia sedang menunggu seseorang untuk transaksi narkoba. Namun belum sempat transaksi, FNL lebih dulu ditangkap petugas.
"Tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Reskoba Polres Malang. Kasusnya masih dikembangkan ke pelaku lainnya," ujar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik.
Informasi yang diperoleh, penangkapan FNL, berawal dari informasi masyarakat. Petugas mendapat laporan kalau di wilayah Turen, kerap menjadi lokasi transaksi narkoba. Dari informasi tersebut, petugas pun lantas menyelidikinya.
Selama beberapa hari petugas melakukan penyanggongan. Saat sedang mengawasi, muncul FNL yang terlihat menunggu seseorang di sebuah warung. Berdasarkan ciri-ciri yang didapat, tanpa menunggu lama petugas langsung menghampiri FNL.
Semula saat diperiksa FNL mengelak tuduhan petugas. Namun setelah digeledah dan ditemukan barang bukti di dalam tasnya, FNL tidak bisa lagi mengelak. Iapun hanya pasrah ketika digelandang ke Polres Malang.
Barang bukti yang diamankan adalah sepoket SS seberat 4,48 gram, sepoket ganja seberat 5,85 gram, sebuah HP serta bungkus rokok Lucky Strike. Barang bukti tersebut ditemuka di dalam tas hitam kombinasi merah.
Sementara akibat perbuatannya tersebut, FNL, dijerat dengan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 sub pasal 111 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(agp)

Berita Lainnya :